in

IKAP UNIGA Kutuk Keras Kekerasan Seksual, Desak Pemerintah Bertindak Tegas

Foto: Arif Ulumudin, S.IP., M.A.P, Ketua Umum IKAP UNIGA.

GARUTEXPO – Ikatan Keluarga Alumni Pascasarjana (IKAP) Universitas Garut (UNIGA) menyatakan sikap tegas mengutuk keras segala bentuk tindakan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan. Pernyataan ini disampaikan langsung oleh Ketua Umum IKAP UNIGA, Arif Ulumudin, S.IP., M.A.P, menanggapi maraknya kasus pelecehan seksual yang terjadi di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Garut.

“Akhir-akhir ini kita terus dikagetkan dengan berbagai peristiwa dan permasalahan sosial, baik di tingkat lokal maupun nasional. Tindakan kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak dan perempuan semakin merajalela, bahkan terjadi di berbagai leading sektor yang seharusnya menjadi tempat aman,” ujar Arif dalam keterangannya, Rabu (16/4/2025).

Ia menyebutkan, kasus-kasus tersebut tidak hanya melibatkan masyarakat biasa, tetapi juga melibatkan oknum aparat, pejabat, ASN, tokoh agama, pendidik, hingga tenaga medis.

“Jika semua itu terus dibiarkan, sudah bisa dipastikan masyarakat akan kehilangan kepercayaan, perlindungan, rasa aman, dan kenyamanan dalam menjalani kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” tegasnya.

Arif juga menyoroti sejumlah kasus yang baru-baru ini terjadi, seperti pelecehan yang dilakukan oleh oknum guru besar Fakultas Farmasi di universitas ternama, oknum dokter PPDS di RS Hasan Sadikin Bandung, serta kejadian-kejadian tragis di Kabupaten Garut, termasuk pelecehan oleh seorang guru olahraga terhadap muridnya, dan kasus pelecehan oleh dokter kandungan saat melakukan USG.

IKAP UNIGA mendorong pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah konkret. Menurut Arif, langkah pencegahan seperti sistem peringatan dini, edukasi, sosialisasi, dan literasi terhadap bahaya kekerasan seksual sangat penting dilakukan secara masif dan menyeluruh.

“Pemerintah harus cepat merespons setiap laporan, memberikan perlindungan hukum, rasa aman, trauma healing bagi korban, serta menghukum pelaku seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku. Kanal pengaduan juga harus diperluas hingga ke tingkat paling bawah,” imbuhnya.

Arif juga mengajak semua pihak untuk tidak saling menyalahkan, melainkan bekerja sama mencari solusi.

“Ini adalah tugas dan tanggung jawab kita bersama. Mari kita bergandengan tangan dan mendukung pemerintahan Bapak Bupati Kabupaten Garut dalam menyelesaikan persoalan sosial ini. Saya yakin dan percaya Bapak Bupati beserta jajarannya mampu menyelesaikan permasalahan ini,” tutupnya.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Terungkap! Dokter Kandungan Diduga Lecehkan Pasien Saat USG, Kadinkes Garut: “Bukan di RS Pemerintah”

Dokter Cabul Terekam CCTV, Satreskrim Garut Tangkap Pelaku Kurang dari 24 Jam