in

Abah Muda Apresiasi Dinkes Garut Respons Aduan Warga, Ingatkan Perantau Jangan Abaikan Perlindungan Kerja!

Garutexpo.com – Ketua Pemuda Akhir Zaman Kabupaten Garut, Abah Muda, menyampaikan apresiasi kepada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Garut di bawah kepemimpinan dr. Hj. Leli Yuliani, M.M., atas respons cepat dalam menerima dan menindaklanjuti berbagai aduan masyarakat terkait persoalan pelayanan kesehatan.

Menurut Abah Muda, kesigapan instansi pemerintah dalam merespons keluhan warga merupakan bagian penting dari pelayanan publik yang berpihak kepada kepentingan masyarakat. Terlebih, persoalan kesehatan berkaitan langsung dengan keselamatan, kesejahteraan, dan hak warga untuk memperoleh pelayanan yang layak.

Ia menilai, masyarakat tidak hanya membutuhkan ruang untuk menyampaikan keluhan, tetapi juga mengharapkan adanya langkah nyata dari pihak terkait untuk memeriksa persoalan di lapangan dan membantu menemukan solusi.

“Respons cepat seperti ini patut diapresiasi. Kami berharap pola pelayanan yang responsif terus dipertahankan dan ditingkatkan. Masyarakat membutuhkan bukan hanya pihak yang mau mendengarkan keluhan, tetapi juga hadir membantu mencari jalan keluar atas permasalahan yang mereka hadapi,” ujar Abah Muda kepada Garutexpo.com, Ahad, 25 Oktober 2026.

Dinkes Diharapkan Terus Hadir di Tengah Persoalan Warga

Berbagai persoalan di bidang kesehatan dapat muncul dalam kehidupan masyarakat, mulai dari kendala pelayanan hingga permasalahan lain yang memerlukan perhatian dan penanganan serius.

Dalam situasi tersebut, komunikasi yang baik antara masyarakat dan pemerintah menjadi salah satu kunci untuk mendorong penyelesaian masalah secara tepat.

Abah Muda berharap Dinkes Garut terus memperkuat koordinasi dengan fasilitas pelayanan kesehatan serta pihak-pihak terkait agar setiap aduan masyarakat dapat ditindaklanjuti secara proporsional, transparan, dan sesuai kewenangan.

Baginya, keberhasilan pelayanan publik tidak semata-mata diukur dari terselenggaranya program atau kegiatan administratif, tetapi juga dari kemampuan pemerintah merespons kebutuhan nyata masyarakat.

Pencari Kerja ke Luar Daerah Diingatkan soal Jaminan Sosial

Selain menyoroti pelayanan kesehatan, Abah Muda turut mengangkat imbauan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut kepada masyarakat yang hendak mencari pekerjaan ke luar provinsi agar memperhatikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sebelum berangkat merantau.

Imbauan tersebut dinilai penting, khususnya bagi para pencari kerja yang akan meninggalkan kampung halaman demi mendapatkan penghasilan dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Menurut Abah Muda, persiapan merantau tidak cukup hanya dengan memikirkan biaya perjalanan, tempat tinggal, dan peluang pekerjaan. Aspek keselamatan serta perlindungan ketika menghadapi risiko kerja juga perlu menjadi perhatian sejak awal.

Risiko seperti kecelakaan kerja, sakit yang berkaitan dengan pekerjaan, hingga meninggal dunia dapat menimbulkan beban ekonomi bagi pekerja maupun keluarganya apabila tidak disertai perlindungan yang memadai.

Di sisi lain, bantuan pemerintah daerah dalam menghadapi kejadian tertentu tetap harus mengikuti ketentuan, mekanisme, dan kemampuan anggaran yang tersedia. Karena itu, kepesertaan dalam program jaminan sosial yang sesuai dapat menjadi salah satu langkah antisipasi bagi pekerja.

Iuran Rp16 Ribu per Bulan, Warga Diminta Memastikan Programnya

Dalam informasi yang disampaikan, iuran untuk program tertentu bagi pekerja bukan penerima upah (BPU) disebut sekitar Rp16.000 per bulan.

Namun, besaran tersebut perlu dikonfirmasi kembali kepada BPJS Ketenagakerjaan karena iuran, jenis program, dan manfaat perlindungan dapat berbeda sesuai ketentuan yang berlaku. Masyarakat juga perlu memastikan program yang diikuti sesuai dengan jenis pekerjaan dan risiko yang dihadapi.

Abah Muda mengajak masyarakat Garut, terutama generasi muda yang hendak bekerja di luar daerah, agar tidak mengabaikan aspek perlindungan sosial ketika mengambil keputusan untuk merantau.

“Jangan hanya mempersiapkan keberangkatan untuk mencari nafkah, tetapi persiapkan juga perlindungan apabila musibah datang tanpa diduga. Kita tentu berharap semua berjalan lancar, tetapi langkah antisipasi tetap penting demi keselamatan dan masa depan keluarga,” tegasnya.

Sinergi Pelayanan Publik untuk Masyarakat Garut

Abah Muda berharap sinergi antara Dinas Kesehatan, fasilitas pelayanan kesehatan, pemerintah daerah, BPJS Ketenagakerjaan, dan masyarakat dapat terus diperkuat sesuai tugas dan kewenangan masing-masing.

Ia juga mendorong agar edukasi mengenai pelayanan kesehatan dan jaminan sosial disampaikan secara luas sehingga masyarakat mengetahui saluran pengaduan, prosedur pelayanan, serta bentuk perlindungan yang dapat diakses.

Menurutnya, pelayanan publik yang baik bukan sekadar tentang memberikan layanan, melainkan juga menyangkut kepedulian, kehadiran, dan kesungguhan dalam membantu masyarakat menghadapi persoalan.

Apresiasi terhadap respons Dinkes Garut tersebut, lanjutnya, diharapkan menjadi dorongan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan yang responsif, merata, dan berorientasi pada kebutuhan warga.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Sertifikat PTSL Tak Kunjung Terbit, Warga Cikawao Pertanyakan Surat Pengunduran Diri: Saya Tak Pernah Tanda Tangan!

Hampir Lima Bulan Tak Diguyur Hujan, Seribuan Warga Cigedug Gelar Shalat Istisqa: Seruan Jaga Hutan dan Sumber Air Menggema!