GARUTEXPO – Tokoh muda Garut Selatan, Dedi Kurniawan, menilai 100 hari pertama kepemimpinan Bupati Garut H. Syakur dan Wakil Bupati Hj. Putri sebagai langkah awal yang menjanjikan dalam membawa angin segar untuk kemajuan Kabupaten Garut ke depan.
Menurut Dedi, banyak inovasi pelayanan publik yang mulai digagas, mulai dari pembentukan pelayanan terpadu di wilayah hingga penataan layanan di lingkungan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD). Ia juga menyoroti komitmen pimpinan daerah dalam melakukan inspeksi mendadak ke berbagai instansi pelayanan publik seperti rumah sakit dan PDAM.
“Langkah-langkah itu menunjukkan adanya keinginan kuat untuk melakukan lompatan besar dalam inovasi pelayanan publik,” ujar Dedi kepada kepada garutexpo.com, Rabu (11/6/2025).
Dedi menambahkan, peran aktif Wakil Bupati dalam menyerap aspirasi masyarakat juga menjadi nilai lebih yang berdampak positif terhadap pengambilan kebijakan, sementara Bupati dinilai fokus pada penataan reformasi birokrasi secara perlahan namun pasti.
“Beliau mulai menata skema pendekatan pemerintahan yang profesional, proporsional dan mengedepankan prinsip good governance dan clean government,” ucapnya.
Salah satu pencapaian yang ia soroti adalah penataan kawasan pasar tumpah di Jalan Merdeka dan area sekitar pemadam kebakaran. Kini, kawasan tersebut tampak lebih tertib, tidak kumuh, lalu lintas lancar, dan kawasan pengkolan pun bebas dari pedagang kaki lima.
“Ini prestasi luar biasa dalam waktu 100 hari. Karena itu, kami memberikan dukungan penuh kepada Pak Bupati dan Ibu Wakil Bupati agar Garut ke depan semakin baik,” katanya.
Ia juga memahami jika saat ini masih ada keterbatasan dalam pelaksanaan program pembangunan, mengingat APBD Garut tahun 2025 sudah ditetapkan sebelum Syakur-Putri dilantik.
“Kita akan menyaksikan perubahan besar pada kebijakan Bupati mulai triwulan II tahun 2026, karena anggaran yang digunakan nanti sepenuhnya merupakan APBD hasil rancangan pemerintahan saat ini,” ujarnya.
Terkait adanya kritik dari sebagian elemen pergerakan yang menilai kinerja Bupati belum sesuai ekspektasi, Dedi menilai hal tersebut sah-sah saja dalam demokrasi, namun perlu proporsional.
“Itu penilaian yang terburu-buru. Kita juga menghargai kritik sebagai bagian dari bahan evaluasi, namun jangan sampai menutup mata terhadap capaian yang sudah dilakukan,” pungkasnya.(*)


