in

SOR Mangkrak di Desa Sukajadi: Lahan Tak Jelas, Dana Desa Miliaran Rupiah Diduga Salah Kelola, Warga Tuntut Audit Total

Foto: Proyek GOR ( Gedung Serbaguna) Desa Sukajadi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut.

Garutexpo.com – Proyek pembangunan Sarana Olahraga (SOR) atau Gedung Serbaguna di Kampung Cilame, Desa Sukajadi, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, kini menjadi pusat perhatian publik dan menuai kritik tajam. Bangunan yang semestinya menjadi pusat kegiatan masyarakat dan sarana pembinaan generasi muda itu justru berubah menjadi simbol dugaan ketidakberesan tata kelola anggaran desa.

Dikerjakan sejak 2020, proyek ini kini terbengkalai tanpa kejelasan arah. Rumput liar tumbuh di sekitar bangunan, material mulai kusam, dan aktivitas pembangunan sudah lama terhenti. Bagi warga, SOR ini tak ubahnya “monumen kekecewaan” yang mengingatkan pada janji-janji pembangunan yang tak pernah tuntas.

“Proyek ini harus diaudit sampai tuntas. Publik berhak tahu siapa yang bermain di balik penggunaan uang rakyat. Ini bukan hanya soal bangunan mangkrak, tapi soal integritas dan akuntabilitas pemerintah desa,” ujar KA, warga yang sejak awal mengawal persoalan ini.

Transparansi Nol, Anggaran Miliaran Rupiah Dipertanyakan

Sejak awal dikerjakan, proyek SOR yang disebut-sebut bersumber dari Dana Desa dalam jumlah besar ini tak pernah memasang plang proyek. Tak ada papan informasi anggaran, sumber dana, atau jadwal pengerjaan sebagaimana diamanatkan Undang-Undang.

Penelusuran di lapangan mengungkap indikasi bahwa anggaran yang telah digelontorkan dari tahun 2020 hingga 2023 mencapai lebih dari Rp1,2 miliar. Namun kondisi fisik bangunan di lapangan dinilai tak sebanding dengan besarnya dana yang dihabiskan.

Lahan Diduga Milik Pribadi, Rawan Gugatan Hukum

Masalah semakin pelik ketika terungkap bahwa lahan tempat berdirinya SOR bukan milik Pemerintah Desa Sukajadi. Informasi dari sejumlah tokoh masyarakat menyebut, tanah tersebut adalah milik pribadi yang hingga kini tidak memiliki akta hibah atau sertifikat resmi atas nama desa.

“Kalau lahan saja statusnya belum jelas, bagaimana mungkin pemerintah desa membangun proyek besar di atasnya? Ini rawan gugatan hukum dan jelas melanggar aturan,” kata salah satu tokoh masyarakat yang meminta namanya dirahasiakan.

Dokumen Hilang, Kades Baru Mengaku Bingung

Kondisi kian rumit lantaran dokumen proyek tidak ditemukan dalam proses serah terima jabatan dari kepala desa lama, IR (menjabat tiga periode dan kini anggota DPRD Garut), kepada kades baru, H. Yanto Hasan Lesmana.

“Memang betul proyek ini dibangun di masa kades lama, dengan dana desa yang kalau dilihat dari Siskudes totalnya kurang lebih 1,2 miliar. Banyak warga yang datang ke kantor desa untuk menanyakan kelanjutannya. Tapi saya juga bingung, karena tanahnya milik perorangan. Kalau lahannya dihibahkan resmi ke desa, saya siap melanjutkan pembangunannya,” ungkap H. Yanto saat dikonfirmasi garutexpo.com, Jum’at, 15 Agustus 2025.

Selain proyek SOR, H. Yanto juga mengungkap adanya keluhan warga soal sertifikat tanah dari program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang belum diterima.

“Kurang lebih ada 100 warga yang sertifikatnya belum mereka terima hingga sekarang. Setelah saya tanyakan ke BPN Garut, ternyata proses itu dilakukan di masa kades lama. Saya tidak tahu detailnya, tapi jelas ini juga menjadi masalah yang harus diselesaikan,” tambahnya.

Warga Mendesak Aparat Bertindak

Masyarakat Desa Sukajadi kini mendesak inspektorat, kejaksaan, hingga aparat penegak hukum untuk segera mengusut tuntas proyek SOR ini, mulai dari anggaran, legalitas lahan, hingga administrasi.

“Kami sudah muak. Proyek ini harus dibuka ke publik, siapa yang bertanggung jawab. Jangan sampai uang miliaran rupiah dari rakyat hilang begitu saja tanpa hasil,” tegas salah satu warga dengan nada geram.

Kini, SOR Cilame berdiri sebagai bangunan yang membisu di tengah desa, menjadi saksi dugaan salah kelola dana desa. Pertanyaan besar pun menggantung: sampai kapan masyarakat dibiarkan menunggu keadilan dan transparansi yang dijanjikan?***

Ditulis oleh Kang Zey

Rumah di Garut Disulap Jadi Ladang Ganja, Polisi Amankan Ratusan Batang

Tiga Direksi Baru Perumda Air Minum Tirta Intan Garut Resmi Dilantik, Bupati: Jaga Kejujuran dan Tata Kelola yang Baik