in

Alun-Alun Rusak, Warga Tersisih, CSR Mandek — PMII Garut ‘Gebuk’ PT AIL: Jangan Jadikan Masyarakat Korban Bisnis!

Foto: Suasana Audiensi Masyarakat Desa Sirnajaya dan PMII Kabupaten Garut, di Aula Kecamatan Cisurupan, Senin, 24 November 2025.

Garutexpo.com — Aroma ketidakpuasan publik terhadap PT AIL akhirnya pecah dalam audiensi panas yang digelar Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Garut di Kantor PT AIL Cisurupan, Senin (24/11/2025) pukul 10.00 WIB. Dipimpin langsung Ketua PC PMII Garut, Adrian Hidayat, forum itu menghadirkan pemerintah kecamatan, kepala desa, paguyuban, serta warga dari tiga desa untuk membahas tiga persoalan serius: kerusakan Lapang Alun-Alun Cisurupan, tata kelola perusahaan, dan mandeknya tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Audiensi berubah menjadi ruang kritik terbuka setelah PMII membeberkan sederet masalah yang selama ini dianggap dibiarkan berjalan tanpa pengawasan dan tanpa tanggung jawab perusahaan.

Ruang Publik Rusak, Warga Seolah Tersingkir

PMII mengungkapkan bahwa kerusakan Lapang Alun-Alun Cisurupan bukan sekadar persoalan teknis, tetapi bukti abainya PT AIL terhadap ruang publik yang menjadi milik masyarakat.

Kerusakan itu terjadi pada 15 November 2025, ketika lapangan dipakai sebagai area parkir bus pariwisata untuk kunjungan tamu PT AIL. Tanpa koordinasi, tanpa mitigasi, dan tanpa mempertimbangkan dampak sosial, area yang menjadi pusat aktivitas warga itu berubah menjadi:

Rumput lapangan hancur dan tercabut,
Tanah ambles dan tidak rata,
Beberapa bagian tak lagi layak digunakan,
Aktivitas olahraga dan kegiatan masyarakat terhenti total.

Lebih jauh, PMII Garut menyebut pola relasi perusahaan terhadap masyarakat selama ini tidak adil dan timpang, ditandai dengan:

1. Ruang publik diperlakukan seolah milik perusahaan sendiri.
2. Minimnya keterlibatan warga lokal, termasuk rendahnya kesempatan kerja untuk warga Sirnajaya.
3. UMKM lokal tak mendapat ruang usaha maupun pendampingan.
4. CSR yang seharusnya wajib diberikan kepada tiga desa binaan tidak pernah direalisasikan.
5. Status aset Alun-Alun yang kabur sehingga rawan disalahgunakan.

Hasil Audiensi: PT AIL Didesak Tuntaskan 5 Kewajiban

Audiensi berakhir dengan lima poin kesepakatan penting yang harus dipenuhi PT AIL dalam waktu yang sudah ditentukan.

1. Perbaikan Alun-Alun Maksimal 2 Minggu

PT AIL bersama Desa Cisurupan, Kecamatan Cisurupan, dan Paguyuban sepakat bertanggung jawab penuh atas kerusakan lapangan.
Perbaikan harus dimulai segera dan selesai dalam waktu maksimal dua minggu, dengan pemantauan ketat seluruh stakeholder.

2. Kejelasan Status Aset Alun-Alun (1 Minggu)

Semua pihak harus berkoordinasi dengan Pemda Garut untuk memastikan status hukum Alun-Alun agar tidak lagi terjadi penyalahgunaan.
Proses ini wajib tuntas **dalam satu minggu**.

3. Rekrutmen Harus Prioritaskan Warga Sirnajaya

Kesepakatan baru menetapkan bahwa:

Pekerja non-kontrak akhir tahun diprioritaskan dari warga Sirnajaya,
Rekrutmen ke depan wajib mengutamakan warga Sirnajaya secara transparan dan akuntabel.

4. Pendataan Ulang UMKM

UMKM lokal akan didata ulang untuk memastikan mereka mendapatkan manfaat ekonomi secara adil dari keberadaan perusahaan.

5. CSR untuk Tiga Desa Binaan Harus Segera Direalisasikan

PT AIL akhirnya mengakui bahwa CSR belum pernah diberikan.
Perusahaan berkomitmen menyiapkan dan mengajukan CSR sesuai kebutuhan masyarakat.

Ketua PC PMII Garut: Kami Siap Ambil Langkah Lebih Tegas

Ketua PC PMII Garut, Adrian Hidayat, menyampaikan kritik keras yang menggema dalam forum.

“Kerusakan Alun-Alun akibat parkir bus pariwisata adalah bentuk kelalaian mendasar. Ini bukan sekadar rumput rusak, tapi soal bagaimana perusahaan memperlakukan ruang publik yang digunakan warga setiap hari.”

Ia menegaskan bahwa PMII Garut tidak akan berhenti pada audiensi.

“Kami akan mengawal penuh seluruh kesepakatan ini. Jika perbaikan tidak berjalan, jika rekrutmen tetap tidak adil, atau jika CSR kembali mandek, PMII Garut siap mengambil langkah lanjutan yang lebih tegas.”

Dengan tekanan publik yang semakin kuat, PT AIL kini berada di bawah sorotan tajam. Masyarakat menanti bukti, bukan janji.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Diam Saat Ditanya Soal Proyek Rehab SMP, Kabid Disdik Garut Disorot: Publik Ingatkan Pejabat Itu Pelayan, Bukan Pelarian

Bupati Turun ke Pamegatan–Banjarwangi: Ada Sinyal Kuat Jalan Rusak Bakal Jadi Proyek Besar Pusat?