in

Bale Khitan Paseban Bersama Alumni PGAN Garut Angkatan 1988 Gelar Khitanan Massal dan Baksos

Garutexpo.com – Kepedulian sosial dan semangat kebersamaan kembali ditunjukkan Alumni Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Garut Angkatan 1988 melalui kegiatan reuni yang dirangkaikan dengan khitanan massal serta bakti sosial. Kegiatan tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Bale Khitan Paseban Tarogong sebagai bentuk nyata pengabdian alumni kepada masyarakat.

Mengusung tema “Merajut Kembali Ukhuwah, Berbagi untuk Sesama”, kegiatan berlangsung di kawasan wisata Situ Bagendit, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut,  Rabu, 24 Desember 2025, sejak pagi hari. Selain menjadi ajang silaturahmi dan temu kangen, kegiatan ini juga difokuskan pada aksi sosial bagi keluarga dhuafa serta anak-anak yang terdampak stunting.

Penanggung jawab kegiatan, Dr. H. Ahsan Hasbullah, M.Pd., mengatakan bahwa reuni Alumni PGAN Garut Angkatan 1988 merupakan agenda rutin tahunan yang secara konsisten selalu dibarengi dengan kegiatan sosial.

“Reuni ini bukan sekadar berkumpul dan bernostalgia, tetapi menjadi sarana berbagi dan peduli. Ini adalah bentuk rasa syukur kami atas perjalanan hidup masing-masing alumni,” ujar Ahsan kepada wartawan.

Ia menegaskan, reuni tersebut merupakan kegiatan khusus satu angkatan, bukan reuni akbar lintas angkatan, sehingga ikatan emosional dan kekeluargaan antaralumni tetap terjaga.

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini terdiri dari tiga rangkaian utama. Pertama, khitanan massal yang diikuti oleh 30 anak. Sebanyak 15 peserta berasal dari keluarga alumni, seperti anak dan cucu, sementara 15 peserta lainnya merupakan perwakilan dari desa-desa di Kecamatan Banyuresmi.

“Kecamatan Banyuresmi memiliki 14 desa. Kami ingin manfaat kegiatan ini bisa dirasakan secara merata oleh masyarakat, tidak hanya oleh keluarga alumni,” jelas Ahsan.

Pelaksanaan khitanan massal dilakukan oleh tim medis dari Bale Khitan Paseban Tarogong dengan mengedepankan standar kesehatan, keselamatan, serta kenyamanan bagi anak-anak peserta.

Sementara itu, sesepuh Bale Khitan Paseban, H. Atjeng Muhyidien, menegaskan bahwa kegiatan tersebut mengandung nilai sosial dan spiritual.
“Khitan ieu mangrupakeun kadeudeuh pikeun ngawangun budak soleh urang lembur,” tuturnya.

Rangkaian kegiatan kedua berupa pembagian bantuan sosial sebanyak 150 paket sembako. Bantuan tersebut disalurkan kepada keluarga alumni PGAN Garut Angkatan 1988 yang tergolong kurang mampu serta masyarakat sekitar lokasi kegiatan.

“Jumlah alumni kami mencapai 864 orang yang terbagi dalam 14 kelas. Setiap kelas mengusulkan lima penerima bantuan dari keluarga alumni yang dinilai membutuhkan. Sisanya kami salurkan kepada warga sekitar, dengan prioritas keluarga dhuafa dan anak-anak stunting,” paparnya.

Menurut Ahsan, penentuan penerima bantuan dilakukan melalui musyawarah agar tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan ketiga merupakan acara inti berupa reuni dan silaturahmi alumni. Hingga tahun ini, reuni Alumni PGAN Garut Angkatan 1988 telah terlaksana sebanyak sembilan kali, sementara kegiatan bakti sosial dan khitanan massal telah memasuki tahun ke-7.

“Setiap tahun lokasi kegiatan kami bergilir. Tahun lalu dilaksanakan di wilayah Pameungpeuk, dan setelah acara biasanya langsung kami musyawarahkan lokasi untuk tahun berikutnya,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Bale Khitan Paseban dan YBM PLN. Dukungan YBM PLN tidak terlepas dari adanya alumni PGAN Garut Angkatan 1988 yang saat ini mengemban amanah sebagai pimpinan di lingkungan PLN.

“Seluruh bantuan berasal dari donasi sukarela alumni dan para mitra. Semua diberikan dengan ikhlas. Alhamdulillah, dukungan ini sangat membantu kelancaran kegiatan,” tambah Ahsan.

Lebih lanjut, Ahsan menegaskan bahwa reuni ini menjunjung tinggi nilai kesetaraan dan persaudaraan tanpa memandang jabatan maupun status sosial.

“Kami sepakat menanggalkan sekat-sekat jabatan. Dulu kami duduk di bangku sekolah yang sama, memakai seragam yang sama. Semangat itu yang ingin kami hidupkan kembali,” tegasnya.

Ia berharap, nilai kepedulian sosial, kebersamaan, dan semangat berbagi yang terus dipupuk oleh Alumni PGAN Garut Angkatan 1988 dapat menjadi inspirasi bagi generasi berikutnya.

“Setiap orang memiliki jalan hidup yang berbeda. Dari perbedaan itu tumbuh kesadaran untuk saling membantu. Nilai inilah yang akan terus kami rawat dalam keluarga besar Alumni PGAN Garut Angkatan 1988,” pungkasnya.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Sinergi Membangun Bangsa: Ponpes Nurul Adzom Gelar Rihlah dan Pembagian Raport di Sawah Lega Hegar

BUMDes Cihaurkuning Disorot, Ketua Menghilang Saat Kasus Dana Desa Masuk Kejaksaan