in

Bukan Lagi Perbaikan, Pendidikan Garut Butuh Revolusi Total Sekarang Juga

Foto: Anggota Dewan Pendidikan Garut : Asep Nurjaman, S.Pd, M.M.

Garutexpo.com – Dunia pendidikan di Garut tidak lagi cukup diperbaiki secara bertahap. Realitas yang terjadi di lapangan menunjukkan bahwa persoalan yang ada sudah terlalu kompleks dan mengakar. Mulai dari infrastruktur yang rusak, tata kelola yang lemah, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM) yang belum optimal, semuanya menjadi bukti bahwa pendidikan di Garut membutuhkan langkah luar biasa yakni revolusi total, dan itu harus dimulai sekarang juga.

Selama ini, berbagai program telah diluncurkan dengan anggaran yang tidak sedikit. Namun hasilnya belum mampu menjawab harapan masyarakat. Sekolah-sekolah masih banyak yang dalam kondisi tidak layak, ruang belajar rusak, dan fasilitas pendidikan jauh dari memadai. Kondisi ini bukan hanya mencerminkan ketertinggalan, tetapi juga menunjukkan adanya kegagalan dalam memastikan hak dasar pendidikan yang berkualitas.

Di sisi lain, distribusi tenaga pendidik dan kependidikan masih belum merata. Beberapa wilayah kekurangan guru, sementara di wilayah lain terjadi penumpukan. Ketidakseimbangan ini memperlihatkan lemahnya perencanaan berbasis data dan kebutuhan riil di lapangan.

Ironisnya, di tengah berbagai persoalan tersebut, dokumen perencanaan seperti RKPD 2026 tetap dipenuhi dengan narasi besar yang tidak diikuti langkah konkret. Visi “ Terwujudnya Garut Hebat dan Berkelanjutan” terdengar menjanjikan, namun implementasinya belum mampu menghadirkan perubahan signifikan. Perencanaan dan realisasi seolah berjalan di jalur yang berbeda.

Persoalan yang lebih mendasar terletak pada tata kelola dan kualitas SDM pengelola pendidikan. Penempatan jabatan strategis belum sepenuhnya berbasis kompetensi. Indikasi adanya kepentingan politik ataupun titipan dalam pengisian posisi penting menjadi perhatian serius. Akibatnya, kebijakan yang dihasilkan cenderung lemah, tidak tepat sasaran, dan minim dampak nyata.

Jika kondisi ini terus dipertahankan, maka pendidikan di Garut hanya akan berjalan di tempat. Sementara itu, tantangan zaman terus berkembang, menuntut sistem pendidikan yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada kualitas.

Karena itu, revolusi pendidikan tidak boleh dimaknai sebagai sekadar pergantian program atau perubahan istilah. Revolusi yang dibutuhkan adalah perubahan menyeluruh mencakup sistem, pola pikir, dan budaya kerja. Pemerintah daerah harus berani melakukan evaluasi total terhadap sektor pendidikan, termasuk audit SDM, audit program, dan audit anggaran secara terbuka dan akuntabel.

Penerapan sistem merit dalam penempatan jabatan harus menjadi prioritas utama. Profesionalisme tidak boleh lagi dikalahkan oleh kepentingan lain. Hanya dengan SDM yang kompeten dan berintegritas, kebijakan pendidikan dapat dirancang dan dijalankan secara efektif.

Selain itu, perencanaan pembangunan pendidikan harus berbasis data yang valid dan kebutuhan nyata. RKPD tidak boleh hanya menjadi dokumen administratif, tetapi harus menjadi peta jalan yang jelas, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

Transparansi dan akuntabilitas juga harus diperkuat. Publik berhak mengetahui bagaimana kebijakan dibuat dan bagaimana anggaran digunakan. Tanpa keterbukaan, kepercayaan masyarakat akan terus menurun dan sulit dipulihkan.

Yang dipertaruhkan dalam kondisi ini bukan hanya kualitas pendidikan saat ini, tetapi masa depan generasi Garut. Tanpa langkah revolusioner, daerah ini berisiko semakin tertinggal dan kehilangan daya saing.

Saatnya berhenti pada retorika dan jargon. Saatnya bertindak nyata.

Karena satu hal yang pasti: pendidikan di Garut tidak lagi butuh perbaikan kecil, pendidikan di Garut butuh revolusi total, sekarang juga.

Ditulis oleh: Anggota Dewan Pendidikan Garut : Asep Nurjaman, S.Pd, M.M.

Ditulis oleh Kang Zey

Longsor Tutup Total Jalur Lintas Selatan Garut, Akses Lumpuh di Gunung Gelap

Brutal di Tengah Kota! Pengeroyokan Sadis di Cimanuk Garut, Pelaku Gunakan Setrum dan Golok