GARUTEXPO – Dewan Pendidikan Kabupaten Garut menyampaikan apresiasi atas langkah progresif Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang telah menerbitkan surat edaran strategis kepada Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat.
Surat yang ditandatangani pada Kamis, 2 Mei 2025 tersebut, berisi sembilan poin penting dalam rangka pembentukan karakter pelajar menuju Generasi Panca Waluya.
Surat edaran tersebut dinilai sebagai terobosan signifikan dalam membangun generasi muda yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga kuat secara moral dan spiritual.
Sembilan Poin Strategis Pendidikan Jabar yang tertuang dalam surat edaran itu antara lain:
1. Peningkatan sarana dan prasarana pendidikan, serta tersedianya toilet peserta didik di dalam kelas, untuk menunjang aktivitas dan proses belajar, sehingga terwujud lingkungan pendidikan yang baik bagi tumbuhnya Generasi Panca Waluya.
2. Peningkatan mutu dan kualitas guru yang adaptif terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta memahami arah dan tujuan pendidikan secara paripurna, yaitu terwujudnya manusia Indonesia seutuhnya.
3. Sekolah dilarang membuat kegiatan piknik, yang dibungkus dengan kegiatan study tour, yang memiliki dampak pada penambahan beban orang tua. Kegiatan tersebut bisa diganti dengan berbagai kegiatan berbasis inovasi, seperti mengelola sampah secara mandiri di lingkungan sekolah, mengembangkan sistem pertanian organik, aktivitas peternakan, perikanan dan kelautan, serta meningkatkan wawasan dunia usaha dan industri.
4. Sekolah dilarang membuat kegiatan wisuda pada seluruh jenjang pendidikan, mulai dari pendidikan usia dini, pendidikan dasar, sampai dengan pendidikan menengah. Kegiatan tersebut hanya seremonial yang tidak memiliki makna akademik bagi perkembangan pendidikan di Indonesia.
5. Untuk menyongsong pemberlakuan program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara merata, mulai saat ini setiap peserta didik diharapkan dapat membawa bekal makanan ke sekolah, mengurangi uang jajan, serta mendorong peserta didik untuk menabung sebagai bekal dan lahan investasi di masa depan.
6. Peserta didik yang belum cukup umur dilarang menggunakan kendaraan bermotor, serta mengoptimalkan penggunaan angkutan umum, atau berjalan kaki dengan jangkauan sesuai dengan kemampuan fisik peserta didik. Untuk peserta didik di daerah terpencil, diberikan toleransi sebagai upaya untuk memudahkan daya jangkau peserta didik dari rumah menuju ke sekolah,
7. Untuk meningkatkan disiplin, serta rasa bangga sebagai warga negara yang mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia, setiap peserta didik harus memahami wawasan kebangsaan, dengan mengembangkan kegiatan ekstrakurikuler seperti Pramuka, Paskibra, Palang Merah Remaja, dan kegiatan lainnya yang memiliki implikasi positif pada pembentukan karakter kebangsaan peserta didik.
8. Bagi peserta didik yang memiliki perilaku khusus, yang sering terlibat tawuran, main game, merokok, mabuk, balapan motor, menggunakan knalpot brong dan perilaku tidak terpuji lainnya, akan dilakukan pembinaan khusus, setelah mendapatkan persetujuan dari orang tua, melalui pola kerja sama antara Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Daerah Kabupaten/Kota dengan Jajaran TNI dan Polri.
9. Peningkatan pendidikan moralitas dan spiritualitas melalui pendekatan pendidikan agama, sesuai dengan keyakinannya masing-masing.
Dukungan dari Dewan Pendidikan Garut
Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Nurjaman, menyampaikan dukungan penuh atas kebijakan tersebut. “Kami mendukung penuh surat edaran dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, dan kami akan menggencarkan sosialisasi serta edukasi terhadap sembilan poin tersebut,” ujar Asep, Rabu, 7 April 2025.
Ia menambahkan bahwa Dewan Pendidikan Garut siap menjadi mitra aktif dalam mengawal implementasi kebijakan ini agar benar-benar diterapkan di seluruh satuan pendidikan, sehingga berdampak nyata dalam pembentukan karakter pelajar.
Langkah ini diharapkan membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan Jawa Barat, terutama di Kabupaten Garut, dengan mendorong sistem pendidikan yang lebih relevan, inklusif, dan berkarakter menuju terwujudnya Generasi Panca Waluya.(*)






























