Garutexpo.com – Melambungnya harga gas subsidi 3 kilogram di sejumlah wilayah Kabupaten Garut memicu sorotan tajam dari kalangan wartawan dan masyarakat. Di tengah kondisi yang semakin membebani warga kecil, Ketua DPC Hiswana Migas Kabupaten Garut justru disebut kerap tidak berada di kantor saat hendak dimintai konfirmasi.
Sejumlah wartawan mendatangi beberapa instansi terkait, Rabu (1/4/2026) untuk meminta penjelasan mengenai tingginya harga gas subsidi 3 kilogram yang dinilai sudah jauh di atas Harga Eceran Tertinggi (HET).
Wartawan senior Garut, Haji Ujang Selamet, mengatakan kedatangan para awak media ke Gedung DPRD Garut dilakukan agar persoalan tersebut mendapat perhatian serius dari para wakil rakyat.
“Kami datang untuk meminta konfirmasi terkait kelangkaan dan tingginya harga gas subsidi 3 kilogram di lapangan. Masyarakat sekarang mengeluh, karena harga gas sudah sangat memberatkan,” ujar Haji Ujang.
Menurutnya, harga gas subsidi di sejumlah daerah di Kabupaten Garut diduga dijual jauh di atas ketentuan. Kondisi itu dinilai tidak hanya merugikan masyarakat kecil, tetapi juga menimbulkan dugaan lemahnya pengawasan terhadap distribusi gas bersubsidi.
Selain mendatangi DPRD Garut, para wartawan juga mendatangi kantor DPC Hiswana Migas Kabupaten Garut untuk meminta penjelasan terkait kondisi di lapangan, termasuk dugaan adanya pelaku usaha dan pangkalan yang menjual gas subsidi melebihi HET.
Namun, upaya konfirmasi tersebut kembali menemui jalan buntu. Ketua DPC Hiswana Migas Kabupaten Garut tidak berhasil ditemui karena disebut tidak berada di kantor.
“Setiap kali awak media datang untuk konfirmasi, yang bersangkutan selalu tidak ada di kantor. Padahal persoalan ini menyangkut kepentingan masyarakat luas,” kata salah seorang wartawan.
Kondisi tersebut menimbulkan pertanyaan di kalangan awak media dan masyarakat mengenai sejauh mana keseriusan Hiswana Migas Garut dalam merespons keluhan warga terkait mahalnya harga gas subsidi.
Sementara itu, Suhendar, staf Hiswana Migas Garut yang berada di kantor, mengaku tidak memiliki kewenangan untuk memberikan penjelasan kepada media.
“Maaf Pak, saya di sini sebagai staf Hiswana, tidak punya kewenangan untuk menyampaikan atau menjawab temuan bapak di lapangan,” ujar Suhendar.
Tidak adanya penjelasan resmi dari pihak Hiswana Migas Garut membuat keresahan masyarakat semakin meningkat. Warga berharap pemerintah daerah, DPRD Garut, serta aparat terkait segera turun tangan melakukan pengawasan terhadap distribusi gas subsidi 3 kilogram agar tidak terjadi permainan harga.
Masyarakat juga meminta agar pihak-pihak yang diduga menjual gas subsidi di atas HET ditindak tegas. Sebab, gas subsidi sejatinya diperuntukkan bagi masyarakat kecil, bukan untuk dijadikan ajang mencari keuntungan berlebih.
Hingga berita ini diturunkan, Ketua DPC Hiswana Migas Kabupaten Garut belum memberikan keterangan resmi terkait tingginya harga gas subsidi 3 kilogram di Kabupaten Garut.***













