in

Kajian Kapasitas Garut Selatan 2025 Ungkap Lompatan Besar: Investasi PT ANTAM Dongkrak PAD dan Perkuat Peluang Pemekaran

Garutexpo.com – Pemerintah Kabupaten Garut terus mematangkan proses pemutakhiran data Kapasitas Daerah (Kapasda) sebagai bagian dari persyaratan Calon Daerah Persiapan Otonomi Baru (CDPOB) Garut Selatan. Kajian yang berlangsung sejak September 2025 ini dilakukan untuk memperbarui hasil studi sebelumnya, seiring dengan melesatnya perkembangan wilayah Garut Selatan dalam 16 tahun terakhir.

Pemutakhiran tersebut melibatkan analisis menyeluruh terhadap berbagai indikator strategis seperti hidrografi, kualitas sumber daya manusia, pertumbuhan ekonomi, potensi unggulan daerah, Pendapatan Asli Daerah (PAD), akses publik terhadap pendidikan dan kesehatan, infrastruktur, hingga ketersediaan aparatur sipil negara. Proses kajian dilakukan melalui serangkaian Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan tenaga ahli, pejabat pemerintah daerah, camat, Kapolsek dan Danramil, kepala desa, hingga tokoh masyarakat.

FGD II yang digelar Sabtu, 6 Desember 2025 di Hotel ANB Pameungpeuk, resmi dibuka oleh Asisten Daerah I Garut, Bambang Hafidz. Dalam forum ini terungkap bahwa berbagai indikator wilayah Garut Selatan mengalami kemajuan pesat, bahkan menunjukkan kesiapan yang lebih matang dibandingkan hasil kajian 2009.

Kemajuan Hidrografi, SDM, dan Ekonomi

Dari aspek hidrografi, Garut Selatan dinilai memiliki potensi kuat berupa ketersediaan air permukaan dan air tanah yang menunjang kebutuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Pembangunan micro hydro di sejumlah kecamatan—Cisewu, Bungbulang, Pakenjeng, hingga Singajaya—menjadi bukti bahwa potensi energi air telah dimanfaatkan secara produktif.

Indikator SDM seperti Rata-rata Lama Sekolah (RLS), Angka Partisipasi Kasar (APK), hingga Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan 16 tahun sebelumnya. Kebijakan pemerataan pendidikan seperti pendirian sekolah negeri satu atap, penambahan SMA/SMK negeri maupun swasta, serta hadirnya perguruan tinggi di wilayah selatan turut mendongkrak indikator tersebut.

Pertumbuhan ekonomi juga menguat seiring pemanfaatan potensi unggulan daerah. Garut Selatan memiliki kekayaan sumber daya alam melimpah, termasuk cadangan mineral dan tambang yang telah diusahakan secara legal oleh PT Antam maupun penambang galena. Sektor pariwisata bahari juga berkembang signifikan, didukung garis pantai panjang dan destinasi wisata yang terus tumbuh.

Kontribusi PAD Garut Selatan Capai 41 Persen

Salah satu temuan krusial adalah kontribusi PAD dari wilayah CDPOB Garut Selatan yang mencapai lebih dari 41 persen terhadap PAD Kabupaten Garut sebagai induk. Angka ini menunjukkan kekuatan fiskal yang sangat besar dan menjadi indikator penting kelayakan pemekaran.

Ketua Presidium Garsel, Dr. Gunawan Undang, M.Si., menegaskan bahwa kehadiran PT Antam menjadi katalis utama peningkatan PAD wilayah selatan.

“Eksistensi PT Antam dalam mengusahakan emas mampu mendongkrak PAD Garut Selatan secara signifikan. Selain itu, potensi pajak hotel, vila, restoran, air tanah, air baku, burung walet, hingga pajak kendaraan bermotor melalui konsep Samsat Jauh sangat besar untuk terus ditingkatkan,” tegas Undang kepada Garutexpo.com, Selasa, 09 Desember 2025.

Akses Pendidikan, Kesehatan, dan Infrastruktur Terus Meningkat

Dari sisi pelayanan publik, Garut Selatan kini memiliki fasilitas kesehatan jauh lebih lengkap dibandingkan satu dekade lalu. RSUD Pameungpeuk kini berstatus rumah sakit berskala provinsi. Jumlah puskesmas, pustu, klinik swasta, dokter, dan tempat tidur pasien juga mengalami pertumbuhan merata di setiap kecamatan.

Sementara itu, aksesibilitas infrastruktur turut menunjukkan perubahan besar. Kehadiran Jalan Nasional Trans Jawa Barat Selatan sepanjang 80 km, peningkatan kualitas jalan provinsi, kabupaten, dan desa, serta pertumbuhan sarana transportasi turut memperluas konektivitas antarwilayah. Penambahan jumlah PNS seiring peningkatan total ASN Kabupaten Garut menjadi sekitar 26.000 orang juga menjadi aspek pendukung kesiapan pemekaran.

Ditangani Tim Akademisi Berkompeten

Kajian pemutakhiran ini dilakukan oleh tim tenaga ahli yang terdiri dari para profesor dan doktor dari berbagai perguruan tinggi ternama. Di antaranya:

Prof. Dr. Didin Muhafidin, M.Si. (Unpad)
Prof. Dr. Nugraha, M.Si. & Dr. Sugeng Rifki Mubaroq, M.Pd. (UPI)
Prof. Dr. Fauzan Ali Rasyid, M.Si. & Dr. Taufiq Alamsyah, M.H. (UIN)
Akademisi Universitas Al Ghifari (Unfari):
Dr. Dina, M.Si.; Dr. Ermi Triaji, M.Si.; Dr. Dewi Kania, M.M.;
Dr. Diki Suherman, M.Si.; Meiry Akmara Dhina, M.Pd.; Heri, M.Si.; dan Eny Nuryani.

Dengan dukungan data yang semakin mutakhir dan perkembangan wilayah yang makin pesat, hasil kajian ini diproyeksikan akan memperkuat posisi Garut Selatan sebagai wilayah yang sangat layak untuk ditetapkan menjadi daerah otonomi baru.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Ketua Pemuda Akhir Zaman Hantam Keras Pernyataan Endipat Wijaya: Wakil Rakyat Kok Serang Relawan?

Sat Samapta Garut Sapu Bersih Juru Parkir Liar: Lima Pelaku Diciduk di Jalan A. Yani dan Bundaran Suci