in

Masyarakat Garut Apresiasi Polsek Pasirwangi Perbaiki Jalan Berlubang, Namun Kecewa Terhadap PUPR

GARUTEXPO– Sebagai Masyarakat Garut yang tinggal di sekitar jalur Pasirwangi, Jajang Badrujaman yang akrab di sapa Abah Muda 212 menyampaikan apresiasi yang sebesar-besarnya kepada Polsek Pasirwangi atas upaya mereka dalam memperbaiki jalan berlubang di wilayah tersebut. Jalur yang mereka perbaiki merupakan rute vital yang menghubungkan kawasan objek wisata serta jalur PLTU.

“Saya sebagai Masyarakat Garut sangat mengapresiasi langkah yang diambil oleh Polsek Pasirwangi dalam memperbaiki jalan berlubang di wilayah kami. Tindakan ini sangat membantu kelancaran arus lalu lintas dan keselamatan pengguna jalan,” ujar Abah Muda 212 kepada garutexpo.com, Rabu, 09 April 2024.

Namun, di sisi lain, kekecewaan juga dirasakan oleh sebagian masyarakat Garut terhadap Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Hal ini dikarenakan janji-janji yang diucapkan pada waktu audiensi belum terpenuhi.

“Waktu audiensi dengan PUPR, mereka berjanji akan memperbaiki jalan ini sebelum Idul Fitri tiba. Namun kenyataannya, jalan masih belum diperbaiki dengan alasan yang kurang memuaskan,” ungkap Abah Muda 212  yang merasa kecewa.

Salah satu alasan yang disebutkan oleh PUPR adalah bahwa jalan berlubang tidak bisa diperbaiki jika tergenangi air. Namun, hal ini diragukan oleh sebagian masyarakat yang menganggap alasan tersebut kurang masuk akal.

“Alasan bahwa jalan tidak bisa diperbaiki karena tergenangi air terdengar tidak meyakinkan. Kami berharap PUPR bisa bertanggung jawab dan segera memperbaiki kondisi jalan yang memprihatinkan ini,” tambah warga lainnya.

Meskipun demikian, masyarakat Garut tetap berharap agar semua pihak, termasuk PUPR, dapat bekerja sama untuk memastikan kondisi infrastruktur yang memadai demi kelancaran transportasi dan kenyamanan masyarakat.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Kecelakaan Fatal di Jalan Raya Cikelet, Garut: Satu Meninggal, Satu Luka Parah

Kota Garut Berduka, Larangan Berjualan PKL di Jl. Ahmad Yani Menuai Kontroversi