in

SedihSedih

Perjuangan Tanpa Akhir: Mengenang Kehidupan Seorang Aktivis Pendidikan yang Penuh Dedikasi – Apar Rustam Efendi

Foto: Apar Rustam Efendi.

GARUTEXPO– Kehilangan seorang sahabat yang begitu tulus dan penuh dedikasi dalam memperjuangkan pendidikan adalah sebuah luka yang sulit terobati. Pada diri Apar Rustam Efendi, kami semua tidak hanya kehilangan seorang rekan kerja, tetapi juga seorang pejuang sejati yang tak mengenal lelah dalam memperjuangkan hak dan kehormatan guru serta kemajuan pendidikan di tanah air, khususnya di Kabupaten Garut.

Saya pertama kali mengenalnya saat saya menjadi Koordinator Pengawas (KORWAS) SMA di KCD XI DISDIK Jabar. Ketika itu, kami sering berdiskusi tentang berbagai persoalan yang tengah dihadapi dunia pendidikan. Beliau, seorang pengawas SMK sekaligus Ketua Serikat Guru Indonesia (SEGI), hadir dengan ide-ide cemerlang yang tidak hanya berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga kesejahteraan dan pengakuan atas perjuangan para guru.

Diskusi-diskusi kami tidak hanya sekedar obrolan ringan, melainkan sebuah upaya tulus untuk mencari solusi dari persoalan-persoalan besar yang menghimpit dunia pendidikan di Indonesia. Di setiap percakapan, saya merasakan semangat dan kepedulian yang begitu besar terhadap nasib pendidikan bangsa ini.

Apar Rustam Efendi adalah seorang pejuang hak-hak guru yang tidak pernah mengenal kata lelah. Melalui SEGI, beliau terus berjuang untuk memperbaiki kesejahteraan guru, tanpa menghiraukan segala tantangan yang datang menghadang. Dalam segala kesempatan, beliau selalu mengedepankan kepentingan guru dan pendidikan, bahkan saat dirinya tengah sakit sekalipun. Itulah bukti dari dedikasi dan cita-cita pendidikan yang lebih baik, dengan penuh ketulusan dan integritas yang tinggi.

Salah satu momen yang tak pernah saya lupakan adalah saat kami merumuskan konsep pemberdayaan peran orang tua dalam pendidikan. Kami berdua berbicara panjang lebar tentang bagaimana cara melibatkan orang tua dalam proses pendidikan anak-anak mereka, agar bisa sejalan dengan regulasi yang ada. Diskusi ini adalah bukti nyata betapa beliau peduli tidak hanya kepada guru, tetapi juga kepada seluruh elemen yang berperan dalam dunia pendidikan.

Hanya kepada guru, tetapi juga kepada seluruh elemen yang berperan dalam dunia pendidikan.
Ide-ide beliau selalu datang dari hati yang tulus untuk kebaikan bersama.

Kontribusi besar lainnya adalah saat beliau dipercaya menjadi Sekretaris Panitia Seleksi Dewan Pendidikan Kabupaten Garut untuk masa bakti 2025-2030. Beliau bukan hanya seorang pemimpin, tetapi juga seorang fasilitator yang mengutamakan kepentingan bersama demi kemajuan pendidikan di daerahnya. Semua langkah yang beliau ambil adalah bagian dari perjuangan yang tak mengenal kata berhenti. Apar selalu percaya bahwa pendidikan adalah kunci utama untuk masa depan yang lebih baik.

Kini, setelah kepergiannya, kita semua yang pernah mengenal dan bekerja bersama beliau, kehilangan sosok yang luar biasa. Namun, perjuangannya akan selalu hidup dalam setiap langkah kita. Nilai-nilai yang beliau tanamkan dalam dunia pendidikan, serta semangatnya yang pantang menyerah, akan terus menginspirasi kita untuk terus berjuang bagi masa depan pendidikan yang lebih baik.

Selamat jalan, Pa Apar. Semoga Allah SWT memberikan tempat terbaik untukmu di sisi-Nya.
Engkau telah banyak berkontribusi dalam dunia pendidikan Garut, dan semua yang engkau lakukan akan terus dikenang oleh kami semua. Semoga kau bahagia di keabadian, sahabatku.

Kami, yang kini melanjutkan perjuangan ini, akan terus mengingatmu dalam doa dan langkah kami ke depan.

Di tulis oleh: Nanang SH
Ketua Dewan Pendidikan Garut.

Ditulis oleh Kang Zey

Ratusan Siswa SMA Baitul Hikmah Garut Gelar Aksi Unjuk Rasa Tolak Pembongkaran Sekolah

Ramadhan Penuh Berkah, MIN 4 Garut Santuni Anak Yatim Piatu