in

Persalinan Gelap di Puskesmas Tarogong, FPPG Kecam Keras Dinkes Garut

Foto: Sekjen FPPG, Abdul Rahman.

Garutexpo.com – Dugaan kelalaian serius terjadi di Puskesmas Tarogong Kaler, Kabupaten Garut. Proses persalinan seorang pasien disebut berlangsung dalam kondisi gelap akibat listrik padam, yang diduga karena token listrik habis. Lebih memprihatinkan, tenaga medis terpaksa menggunakan penerangan dari telepon genggam (HP) untuk membantu proses persalinan.

Peristiwa ini sontak memicu kemarahan publik setelah informasi tersebut viral di media sosial. Dalam unggahan yang beredar, keluarga pasien mengungkapkan kekecewaan mendalam atas kondisi layanan kesehatan yang dinilai jauh dari standar kelayakan. Ruang persalinan disebut sempat gelap selama beberapa waktu, tanpa dukungan listrik cadangan yang memadai.

Kondisi ini dinilai sangat membahayakan, mengingat proses persalinan merupakan layanan medis krusial yang membutuhkan kesiapan penuh, baik dari sisi tenaga maupun fasilitas pendukung.

FPPG: Ini Kelalaian Fatal, Jangan Dianggap Sepele

Menanggapi kejadian tersebut, Forum Pemuda Peduli Garut (FPPG) melontarkan kritik keras terhadap Dinas Kesehatan Kabupaten Garut. FPPG menilai insiden ini sebagai bentuk kelalaian fatal yang tidak bisa ditoleransi.

Menurut SekjenFPPG, Abdul Rahman ketiadaan listrik saat proses persalinan menunjukkan lemahnya manajemen operasional dan buruknya kesiapsiagaan darurat di fasilitas kesehatan.

“Ini bukan sekadar gangguan teknis. Ini kelalaian fatal. Bagaimana mungkin pelayanan persalinan tidak didukung listrik cadangan? Ini menyangkut nyawa ibu dan bayi,” tegas Rahman kepada Garutexpo.com, Sabtu, 27 Maret 2026.

Abdul Rahman juga menyoroti dugaan kelalaian dalam pengelolaan kebutuhan dasar seperti listrik. Jika benar pemadaman terjadi karena token habis, hal tersebut mencerminkan buruknya tata kelola internal yang seharusnya menjadi perhatian serius.

Desak Tindakan Tegas dan Evaluasi Total

FPPG mendesak Dinas Kesehatan Garut untuk tidak tinggal diam dan segera mengambil langkah konkret, di antaranya:

* Mengusut tuntas dugaan kelalaian di Puskesmas Tarogong Kaler
* Mengevaluasi total sistem manajemen puskesmas di Kabupaten Garut
* Memastikan seluruh fasilitas kesehatan memiliki genset atau sumber listrik cadangan
* Menindak pihak yang terbukti lalai

Abdul Rahman menegaskan bahwa pelayanan kesehatan adalah sektor vital yang tidak boleh dikelola secara sembarangan. Standar pelayanan minimal harus dijalankan secara disiplin tanpa kompromi.

Dinkes Garut Diminta Transparan

Abdul Rahman meminta Dinkes melakukan langkah nyata, bukan sekadar klarifikasi normatif. Peristiwa ini diharapkan menjadi momentum perbaikan serius dalam sistem pelayanan kesehatan di Garut.

Insiden persalinan dalam kondisi gelap ini menjadi tamparan keras bagi dunia kesehatan daerah. Dalam situasi yang menyangkut keselamatan jiwa, kelalaian sekecil apa pun tidak bisa ditoleransi. Pemerintah daerah dituntut hadir dengan sistem yang siap, bukan sekadar berjalan apa adanya.***

Ditulis oleh Kang Zey

Relaksasi di Ujung Libur Lebaran: Sensasi Hangat Air Belerang Darajat Garut yang Menenangkan

Gas Subsidi 3 Kg di Garut Melonjak Hingga 100%, Warga Menjerit—GIPS Desak Evaluasi Total