Garutexpo.com – Pemerintah Kabupaten Garut kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. UPT Puskesmas Cilawu resmi meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dalam ajang SAKIP dan ZI Award Tahun 2025 yang digelar Kementerian PANRB.
Penghargaan tersebut diumumkan dalam kegiatan bertema “Transformasi Akuntabilitas dan Integritas Menuju Indonesia Emas 2045” yang diikuti secara daring oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dari Gedung Command Center, Kecamatan Garut Kota, Rabu (11/2/2026).
Bupati Garut mengapresiasi capaian Puskesmas Cilawu sebagai hasil dari proses panjang dan komitmen kolektif seluruh jajaran sektor kesehatan. Menurutnya, predikat WBK bukan sekadar simbol, melainkan bukti nyata perubahan budaya kerja menuju pelayanan yang bersih dan akuntabel.
“Kita berharap ke depan juga ada semakin banyak lagi. Jadi contoh (atau) best practice yang baik buat yang lain,” ujar Abdusy Syakur Amin.
Ia menegaskan, penghargaan tersebut harus menjadi pemantik semangat bagi seluruh unit kerja di lingkungan Pemkab Garut untuk terus meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan dan pelayanan publik.
Sementara itu, Inspektur Daerah Kabupaten Garut, Didit Fajar Putradi, menjelaskan bahwa predikat WBK bagi Puskesmas Cilawu melengkapi capaian sebelumnya yang diraih Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun, kata Didit, tantangan berikutnya adalah mendorong peningkatan status menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).
“Unit Kerja Pelayanan Publik (UKPP) semuanya akan kita dorong untuk mendapatkan penilaian WBK dan WBBM sehingga pada gilirannya nanti target sampai dengan tahun 2029 mudah-mudahan bisa di atas 50 persen dari UKPP kita mendapatkan predikat WBK WBBM, ini penilaian yang dilakukan oleh pemerintah pusat melalui fungsi Menpan RB,” jelasnya.
Di sektor kesehatan, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Garut, dr. Leli Yuliani, mengungkapkan rasa bangga atas keberhasilan tersebut. Ia menyebut, proses yang ditempuh Puskesmas Cilawu memakan waktu hingga tiga tahun sebelum akhirnya lolos penilaian nasional.
“Sebenarnya sudah beberapa yang diajukan dan semuanya juga berproses, dan sekarang alhamdulillah untuk Puskesmas Cilawu sudah lolos untuk WBK. Kalau untuk unit kerja puskesmas itu baru sekarang ya. Nanti mudah-mudahan tahun depan RSUD dan juga beberapa puskesmas lainnya,” kata dr. Leli.
Kepala UPT Puskesmas Cilawu, dr. Titi Sari, menuturkan bahwa pencapaian tersebut tidak terlepas dari dukungan pimpinan daerah serta komitmen seluruh pegawai dalam menjaga integritas dan mutu layanan.
“Kami melayani masyarakat, ingin meningkatkan mutu pelayanan kepada warga masyarakat, dan tentunya kami di wilayah Puskesmas kami berharap mengedepankan antikorupsi,” ungkapnya.
Penghargaan ini semakin mempertegas komitmen Pemerintah Kabupaten Garut dalam mengimplementasikan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) secara konsisten dan berkelanjutan. Dengan target ambisius 50 persen Unit Kerja Pelayanan Publik masuk Zona Integritas pada 2029, Garut menatap reformasi birokrasi yang lebih konkret dan terukur menuju pelayanan publik yang bersih, profesional, dan melayani.(*)

