in

Ribuan Ikan Mati Misterius di Sungai Ciatur Kadungora, Petani Tambak Desak DPRD Garut Turun Tangan

Garutexpo.com – Teka-teki dugaan pembuangan limbah sembarangan ke aliran Sungai Ciatur di Kampung Citeureup, Desa Talagasari, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, memicu keresahan para petani tambak ikan. Pasalnya, ribuan ikan milik warga dilaporkan mati mendadak secara serentak tanpa sebab yang jelas.

Peristiwa tersebut terjadi di kolam ikan milik warga pada Jumat, 6 Maret 2026, dan hingga kini masih menjadi misteri. Para petani ikan menduga kematian massal tersebut berkaitan dengan kemungkinan adanya limbah yang masuk ke aliran sungai.

Iwan, salah seorang pekerja yang sehari-hari mengelola kolam ikan di wilayah tersebut, mengatakan bahwa ribuan ikan dari berbagai jenis seperti bawal, nila, dan lele tiba-tiba mati dalam waktu bersamaan.

“Awalnya kami kaget karena ikan-ikan yang sebelumnya sehat tiba-tiba mati serentak. Kejadian ini terjadi pada Jumat, 6 Maret 2026, dan jumlahnya ribuan ekor,” ujar Iwan kepada awak media saat ditemui di lokasi kolam ikan, Kamis (12/3/2026).

Menurutnya, kejadian serupa ternyata bukan kali pertama terjadi. Dalam kurun waktu satu tahun terakhir, peristiwa kematian ikan secara massal sudah terjadi hingga tiga kali, terutama saat masa menjelang panen.

“Iya memang pak, kejadian seperti ini bukan pertama kali. Dalam satu tahun terakhir sudah tiga kali terjadi, biasanya saat ikan mendekati masa panen,” ungkapnya.

Iwan juga menambahkan, kejadian tersebut tidak hanya menimpa satu kolam ikan saja, melainkan juga dialami oleh beberapa petani tambak lain di sekitar wilayah Kampung Citeureup.

“Bukan hanya kolam di sini saja yang terdampak. Beberapa tetangga yang memiliki kolam ikan juga mengalami hal yang sama. Namun kami belum bisa memastikan limbah itu berasal dari mana. Apakah ada perusahaan yang membuang limbah berbahaya ke aliran Sungai Ciatur atau tidak, kami belum tahu,” tuturnya.

Menurutnya, hingga saat ini sumber dugaan limbah yang mencemari aliran sungai tersebut masih menjadi tanda tanya besar bagi masyarakat setempat.

“Betul pak, sampai sekarang masih menjadi misteri. Kami tidak tahu limbah yang masuk ke Sungai Ciatur itu berasal dari mana hingga bisa menyebabkan ikan-ikan mati serentak,” imbuhnya.

Para petani ikan di wilayah Kadungora berharap Pemerintah Kabupaten Garut segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan terhadap penyebab kematian ikan tersebut.

Mereka juga mendesak anggota DPRD Kabupaten Garut, khususnya Komisi II yang membidangi lingkungan dan perekonomian, untuk meninjau langsung ke lapangan serta membantu menyelesaikan permasalahan yang merugikan para petani tambak.

“Kami sangat berharap pemerintah daerah dan anggota DPRD Komisi II bisa turun langsung ke lokasi untuk menelusuri penyebabnya. Jangan sampai kejadian ini terus berulang dan merugikan petani ikan,” tegas Iwan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai dugaan sumber limbah yang menyebabkan kematian massal ikan di wilayah tersebut. Warga berharap adanya investigasi serius agar persoalan ini dapat segera terungkap dan tidak kembali merugikan masyarakat.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Dedlen “Sukajaya Ngajawara”, Sapari Ramadan di Kelurahan Sukajaya Perkuat Silaturahmi dan Kepedulian Sosial