Garutexpo.com — Suasana duka mendalam menyelimuti Kabupaten Garut usai insiden tragis dalam pesta rakyat perayaan pernikahan Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, dengan Maula Akbar, putra Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi.
Kemeriahan yang seharusnya membawa kebahagiaan justru berubah menjadi petaka setelah ribuan warga memadati kawasan Pendopo Garut dan Alun-Alun Babancong pada Jumat (18/7/2025).
Acara yang digelar sejak pukul 13.00 WIB tersebut menyediakan aneka kuliner gratis yang didatangkan dari 25 kabupaten/kota di Jawa Barat. Namun, antusiasme warga yang membludak tidak diimbangi dengan pengamanan serta pengaturan kerumunan yang memadai. Sekitar pukul 14.00 WIB, ribuan orang memadati area tenda makanan. Situasi semakin tak terkendali ketika warga saling dorong demi mendapatkan makanan gratis, hingga akhirnya terjadi insiden saling injak yang menelan korban jiwa.
Empat orang dilaporkan meninggal dunia dalam tragedi ini, termasuk satu anggota kepolisian yang tengah bertugas mengamankan jalannya acara. Puluhan lainnya mengalami luka-luka dan harus mendapatkan perawatan intensif di IGD RSUD dr. Slamet Garut. Hingga Jumat malam, suasana di rumah sakit masih dipenuhi keluarga korban yang menanti kabar kondisi kerabatnya.
Menanggapi insiden ini, Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan pemerintah provinsi akan bertanggung jawab penuh. Dalam pidatonya yang beredar di media sosial pada Jumat sore, KDM menegaskan akan memberikan santunan sebesar Rp150 juta per orang bagi keluarga korban meninggal dunia.
“Walaupun saya tidak tahu persis kejadian ini, tetapi sebagai pemimpin saya harus bertanggung jawab atas peristiwa tersebut. Ini juga bentuk empati saya kepada keluarga korban,” ungkap Kang Dedi.
Selain santunan, Kang Dedi juga memastikan biaya pendidikan bagi anak-anak korban akan dijamin sepenuhnya hingga ke jenjang perguruan tinggi. Ia pun tak lupa mendoakan para korban agar diterima iman Islamnya.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat, saya mendoakan agar para korban yang meninggal dunia diterima iman Islamnya, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan,” kata Kang Dedi.
Menurut informasi yang dihimpun, acara pesta rakyat yang rencananya dilanjutkan pada malam harinya telah resmi dihentikan sebagai bentuk penghormatan dan belasungkawa. Suasana duka pun masih terasa di sekitar lokasi acara hingga Jumat malam.(AR)


