in

Tragedi Makan Gratis: Dedi Mulyadi Membantah, Siapa Penanggung Jawab Ribuan Porsi yang Telah Memakan Korban?

Garutexpo.com- Keramaian pesta makan gratis pada siang hari, yang kini berujung petaka dengan jatuhnya korban hingga menelan tiga nyawa, Jumat, 18 Juli 2025, menimbulkan tanda tanya besar di tengah publik.

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sosok yang dikenal tegas dalam setiap kebijakan, menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak tahu-menahu soal acara makan gratis tersebut.

“Sekalipun tahu, saya tidak pernah menyetujui adanya makan gratis pada siang hari,” tegas Dedi, yang akrab disapa Demul, dalam pernyataan resminya. Pernyataan ini memantik pertanyaan lanjutan: siapa yang memaksakan acara makan gratis itu tetap digelar, meski sudah ada larangan?

Dalam flayer yang beredar, tertera agenda bertajuk Balakecrakan pukul 13.00—istilah yang diartikan sebagai makan siang bersama. Padahal, menurut sumber internal, Dedi Mulyadi sejak awal sudah mewanti-wanti agar tidak ada kegiatan makan gratis di siang hari demi menghindari risiko kerumunan dan potensi kerugian.

Kini publik menagih ketegasan Dedi Mulyadi untuk mengusut tuntas siapa dalang di balik pembangkangan ini. Apalagi di video yang viral, putra Demul, Maula Akbar, tampak santai mempromosikan aneka menu: kelepon, awuk, mie ayam, soto, hingga “sate pura-pura” untuk ribuan warga.

“Untuk warga ya. Makan sekuatnya, nonton sepuasnya, tertawa sekerasnya,” ujar Maula sambil tertawa. Tawa yang dulu terdengar akrab, kini berganti jadi sorotan publik karena pesta rakyat yang disebut ‘dari rakyat untuk rakyat’ ini justru menelan korban jiwa.

Pertanyaan kritis pun muncul: jika bukan Dedi Mulyadi yang memberi restu, siapa penanggung jawab 5.000 porsi makanan yang membanjiri lokasi pesta? Siapa penyelenggara sahnya? Dari mana anggaran ribuan porsi itu berasal, sementara sejumlah daerah lain harus berhemat demi program bantuan rakyat?

Istilah “sate pura-pura” yang dulu hanya candaan, kini berubah menjadi simbol ironi. Pesta yang nyata, tapi tanggung jawabnya seolah pura-pura.

Dedi Mulyadi yang selama ini dikenal tegas di mata pendukungnya ditantang untuk membuktikan ketegasannya: beranikah ia mengusut dan menindak siapa pun yang membangkang larangannya, hingga mengakibatkan tragedi?

Publik menunggu jawaban tegas—dan tentu saja, keadilan bagi korban yang nyawanya terenggut di pesta makan gratis tanpa tuan ini. (AR)

Ditulis oleh Kang Zey

Pesta Rakyat Pernikahan Wakil Bupati Garut Berujung Duka: Rapat Lengkap, Pengamanan Lengah?

Kandang Ayam di Garut Ludes Dilalap Api, Kerugian Tembus Setengah Miliar