in

Nama Pejabat Terseret Sengketa Tanah di Garut, Mediasi Memanas hingga Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Garutexpo.com — Proses mediasi sengketa tanah di Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, berlangsung panas dan berakhir tanpa kesepakatan setelah pemilik awal lahan, H. Endon, mendadak jatuh sakit hingga harus dilarikan ke rumah sakit.

Mediasi yang digelar di Kantor Kecamatan Garut Kota, Minggu (8/2/2026) sekitar pukul 14.30 WIB itu terpaksa dihentikan setelah H. Endon mengalami kambuh penyakit gula darah yang disertai sesak asma. Ia kemudian dibawa ke RS Guntur Garut untuk mendapatkan penanganan medis.

Pertemuan tersebut sejatinya dimaksudkan untuk mempertemukan kedua belah pihak guna mencari penyelesaian secara kekeluargaan sebelum perkara dibawa ke jalur hukum. Namun, perdebatan yang berlangsung alot justru membuat suasana kian tegang.

Sengketa bermula dari pengakuan H. Endon yang menyatakan tidak pernah menjual tanah darat miliknya. Ia mengaku hanya melepas sebidang tanah berupa kolam ikan. Akan tetapi, Akta Jual Beli (AJB) yang terbit justru mencantumkan tanah darat tersebut sebagai bagian dari transaksi yang kini dikuasai oleh Dr. Mahpud.

Persoalan ini turut menyeret sejumlah nama pejabat. Proses jual beli disebut difasilitasi oleh Budiman, yang pada masa itu menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Garut. AJB diterbitkan oleh Sumarna selaku Lurah Sukamentri saat itu.

Nama Sekda Garut saat ini, Nurdin Yana, juga ikut dikaitkan karena ketika itu menjabat sebagai Camat Garut Kota sekaligus Pejabat Pembuat Akta Tanah (PPAT) yang menandatangani dokumen tersebut.

Dalam mediasi itu, pihak H. Endon hadir bersama tim kuasa bicaranya, yakni Feri Citra Burama, Heru Sugiman, Erwan, dan H. Ujang Selamet. Sementara pihak Dr. Mahpud datang didampingi Budiman serta tim. Turut hadir Pengelola PPAT Kecamatan Garut Kota Eli Kurnaeli, mantan Lurah Sukamentri Sumarna, serta Sekretaris Kecamatan Garut Kota sebagai fasilitator.

Perdebatan antar kedua pihak sempat memuncak. H. Endon tetap bersikukuh tidak pernah menjual tanah darat, sedangkan pihak Dr. Mahpud menyatakan lahan tersebut telah termasuk dalam kesepakatan jual beli bersama kolam ikan.

Situasi semakin panas ketika Budiman tiba-tiba bereaksi emosional saat H. Endon hendak menyampaikan pendapatnya. Dengan nada tinggi, ia sempat melontarkan pernyataan, “Lihat mata saya, lihat mata saya,” yang memicu ketegangan di ruangan.

Tim kuasa bicara H. Endon kemudian berupaya menenangkan suasana agar mediasi tetap berjalan kondusif.

Feri Citra Burama, selaku kuasa bicara H. Endon sekaligus Sekretaris Jenderal LBH Balinkras DPC Kabupaten Garut, menegaskan pihaknya telah mengantongi bukti kuat apabila perkara tersebut harus dibawa ke jalur hukum. Kendati demikian, ia tetap mengedepankan penyelesaian secara musyawarah.

“Pada dasarnya kehadiran kami untuk memberikan solusi bagi kedua belah pihak. Kami tidak ingin persoalan ini berlanjut ke ranah hukum. Alhamdulillah, kedua belah pihak tadi sepakat mengupayakan penyelesaian secara kekeluargaan,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Heru Sugiman, yang berharap sengketa tersebut dapat diselesaikan secara damai.

Dari hasil pembahasan sementara, pihak Dr. Mahpud disebut bersedia membuka opsi pembayaran sisa tanah darat apabila terbukti belum dilunasi sepenuhnya.

Sebelum kondisi H. Endon memburuk, Sekretaris Kecamatan Garut Kota sempat mengusulkan perundingan tertutup antara kedua pihak guna membahas nilai tanah darat tersebut. Namun rencana itu urung dilakukan setelah H. Endon harus segera mendapatkan penanganan medis.

Dalam proses mediasi tersebut, Sekda Garut Nurdin Yana tidak tampak hadir. Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui alasan ketidakhadirannya, meskipun secara administratif namanya dinilai memiliki keterkaitan dalam penerbitan AJB yang disengketakan.

Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) I Bambang Hafid juga tidak hadir. Ia dikabarkan telah mendelegasikan kehadiran kepada Sekretaris Kecamatan Garut Kota atas arahan Sekda Garut.***

Ditulis oleh Kang Zey

Mayat Bayi Ditemukan di Sungai Cipulus Garut, Polisi Lakukan Penyelidikan

Sekolah Tak Sekadar Akademik! Ini Skema Pembelajaran Ramadan 2026 yang Disepakati Pemerintah