in

Angka Lulusan SD di Garut Hampir 100%, Tapi Mengapa Masuk SMP Malah Turun Drastis?

Foto: Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin saat membuka secara resmi Uji Kompetensi Teknis Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Garut, di Aula Hotel Harmoni, Jalan Cipanas Baru, Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Senin (19/5/2025).

GARUTEXPO — Meski angka kelulusan tingkat Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Garut nyaris menyentuh 100 persen, ironisnya, partisipasi siswa yang melanjutkan ke jenjang Sekolah Menengah Pertama (SMP) justru mengalami penurunan cukup signifikan hingga mendekati angka 80 persen.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, saat membuka secara resmi kegiatan Uji Kompetensi Teknis Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama Kabupaten Garut yang digelar di Aula Hotel Harmoni, Kecamatan Tarogong Kaler, Garut, Senin (19/5/2025).

“Kami melihat pendidikan di Kabupaten Garut untuk tingkat SD itu bagus dan hampir 100%, namun ketika masuk SMP angkanya menurun menjadi hampir 80%,” ungkap Syakur dalam sambutannya.

Menurutnya, penurunan ini menjadi alarm bagi semua pihak, terutama jajaran pemerintah daerah, untuk segera melakukan evaluasi dan perbaikan agar tidak terjadi lost generation dalam pendidikan.
Lebih lanjut, Syakur menegaskan bahwa peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) menjadi indikator penting dalam perencanaan dan evaluasi program pemerintah. Ia meminta para pejabat pratama agar mampu menjawab tantangan tersebut dengan langkah konkret dan inovatif.

“Kami sangat fokus terhadap bagaimana kita bersama-sama mencapai peningkatan IPM, dan tentu saja ini memerlukan berbagai macam inovasi dari rekan-rekan semua,” ujarnya.

Ia juga meminta para pejabat tinggi pratama untuk menyampaikan potensi dan minat yang sesuai dengan jabatan, guna meningkatkan efektivitas birokrasi.

“Jangan sampai rancu, tentu saja tidak ada yang sempurna, tetapi kita akan melihat apa yang dimiliki dan apa yang dibutuhkan,” tegasnya.

Selain isu pendidikan, Bupati Syakur juga menyoroti pentingnya perhatian serius terhadap sektor kesehatan, terutama dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

“Apapun itu, seperti pengadaan obat atau membangun rumah sakit, tujuannya adalah untuk meyakinkan bahwa ibu yang melahirkan bisa sehat dan tidak ada bayi yang meninggal,” kata Syakur.

Sementara itu, Kepala Kantor Regional Wilayah III BKN, Wahyu, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menjelaskan bahwa pelaksanaan uji kompetensi merupakan amanat dari Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2023 tentang Kebijakan ASN.

“Job fit ini bertujuan untuk menempatkan orang-orang yang lebih sesuai dengan organisasi di seluruh Unit Perangkat Daerah (UPD) agar lebih optimal dalam mempercepat pelaksanaan visi dan misi Kabupaten Garut,” terang Wahyu.

Ia menyebutkan bahwa Kabupaten Garut termasuk dalam 11 instansi di wilayah Jawa Barat dan Banten yang telah mengimplementasikan manajemen talenta untuk pengisian jabatan strategis tanpa melalui open bidding.

“Pengembangan karier akan lebih mudah diimplementasikan dengan konsep manajemen talenta,” tutupnya.

Kegiatan uji kompetensi teknis ini akan berlangsung selama tiga hari ke depan dan diharapkan mampu menciptakan birokrasi yang lebih responsif, adaptif, dan selaras dengan tujuan pembangunan daerah.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Garut Sapu Bersih PKL Jalan Merdeka! Tak Ada Ampun Setelah Jam 06.00 Pagi

Pohon Raksasa Tumbang Tutup Jalan Nasional Garut