in

Di Hadapan Presiden, Bupati Garut Ikuti Rakornas 2026: Pesan Tegas Soal Kemiskinan Menggema dari Sentul

Foto: Bupati Garut Abdusy Syakur Amin saat menghadiri Rapat Koordinasi Nasional Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 bersama Presiden Republik Indonesia di Sentul International Convention Center, Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Garutexpo.com — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Garut menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 bersama Presiden Republik Indonesia di Sentul International Convention Center (SICC), Kabupaten Bogor, Senin (2/2/2026).

Kehadiran jajaran pimpinan daerah Garut tersebut menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah demi percepatan pembangunan nasional, khususnya dalam upaya pengentasan kemiskinan.

Forkopimda Kabupaten Garut yang turut hadir di antaranya Danrem 062/Tarumanagara Kolonel Inf Dadi Sutandi, Ketua DPRD Garut Aris Munandar, Kapolres Garut AKBP Yugi Bayu Hendarto, Dandim 0611/Garut Letkol Inf Andrik Fachrizal, serta Kepala Kejaksaan Negeri Garut Yuyum Wahyudi.

Rakornas tersebut dibuka langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Dalam arahannya, Presiden menyampaikan sejumlah poin strategis, terutama terkait komitmen nasional untuk menekan angka kemiskinan.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia memiliki kekayaan alam yang melimpah, namun pengelolaannya dinilai belum sepenuhnya optimal oleh para pemimpin di berbagai sektor. Ia mengingatkan agar kemiskinan tidak dipandang sebagai kondisi yang lumrah.

“Kekayaan kita sangat banyak, tapi terus terang saja bahwa unsur pimpinan di semua tingkat, unsur elite akademis, para profesor, elite politik, elite tentara, polisi, para pimpinan yudikatif, kita harus akui bahwa elite Indonesia masih kurang dalam tugasnya menjaga dan mengelola kekayaan bangsa Indonesia,” ujar Presiden RI, melansir dari Siaran Pers Badan Komunikasi Republik Indonesia (Bakom RI).

Lebih lanjut, Presiden mengajak seluruh pemimpin bangsa untuk membulatkan tekad, memperbaiki diri serta lingkungan masing-masing, dan menguatkan persatuan lintas partai politik.

“Mari kita bertekad menyelamatkan dan menjaga kekayaan alam kita untuk sebesar-besarnya kepentingan rakyat. Mari kita bersatu, tidak ada urusan saudara berasal dari partai mana. Jangan kita terlibat dalam sekat-sekat yang timbul karena sejarah. Kita belajar dari sejarah,” tegasnya.

Presiden juga menolak sikap pesimistis dalam menghadapi tantangan pembangunan, khususnya dalam perang melawan kemiskinan.

“Kita harus bersatu berjuang menghilangkan kemiskinan bangsa Indonesia. Kita tidak boleh menyerah, kita tidak boleh mengatakan ‘Apa bisa? Apa mampu?’ Selalu menimbulkan keraguan,” tambahnya.

Ia menutup arahannya dengan menegaskan bahwa Indonesia tidak boleh menyerah sebelum bertanding, terlebih mengingat potensi besar yang dimiliki bangsa ini.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Hadang Korban Pakai Batang Pisang, Komplotan Begal Sukaresmi Tak Berkutik

Kuota Beasiswa Menyusut, GMNI Teriak Keras: Negara Dinilai Mulai Mundur dari Tanggung Jawab Pendidikan Tinggi