in

Ketua Dewan Pembina Entrepreneur Heart Sampaikan Konsep Pembangunan Moral dan Sosial kepada Bupati Garut

Foto: Ketua Dewan Pembina Entrepreneur Heart Kabupaten Garut, H. Atjeng Muchtar Muhyidien bareng Seorang pemulung barang bekas.

GARUTEXPO — Tokoh masyarakat yang juga menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina Entrepreneur Heart Kabupaten Garut, H. Atjeng Muchtar Muhyidien, menyampaikan sejumlah gagasan pembangunan kepada Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, sebagai bentuk kepeduliannya terhadap kemajuan daerah. Gagasan tersebut mencakup pembangunan moral, sosial, dan ekonomi masyarakat Garut yang dinilai penting untuk segera diterapkan.

Dalam pernyataannya pada Selasa (13/5/2025), H. Atjeng menyebut bahwa konsep ini bersumber dari aspirasi warga yang prihatin terhadap kondisi sosial dan moral masyarakat Garut, terutama di tengah tantangan pelaksanaan Otonomi Daerah.

“Ada beberapa konsep dari warga yang mudah-mudahan bermanfaat dan bisa diterapkan di Garut. Konsep ini sangat efektif, terutama dalam memperbaiki kondisi sosial dan ekonomi daerah,” ujarnya.

Pendidikan Akhlak Sejak Dini

H. Atjeng menekankan pentingnya pendidikan budi pekerti di setiap jenjang sekolah sebagai upaya membentuk karakter generasi penerus yang bermoral dan berintegritas.

“Perlu dihidupkan kembali pelajaran budi pekerti di tingkat TK, SD, SMP, dan SMA/SMK. Ini sangat penting untuk memperbaiki akhlak generasi penerus Garut,” jelasnya.

Edukasi Pengurangan Sampah dari Lingkup Keluarga

Dalam aspek lingkungan, H. Atjeng menyoroti persoalan sampah yang belum terselesaikan secara maksimal. Ia menyarankan agar edukasi kebersihan dimulai dari rumah dan lingkungan terdekat.

“Kebersihan lingkungan harus dimulai dari rumah. Edukasi dan pembiasaan akan sangat efektif dalam mengurangi volume sampah,” katanya.

Perubahan Status Ekonomi Menuju Produktivitas

Terkait dengan tingginya angka kemiskinan ekstrem di Garut, H. Atjeng mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama mengubah kondisi tersebut menjadi peluang produktivitas.

“Garut harus bertransformasi menjadi masyarakat produktif. Kita harus mulai berani melangkah, walau hanya setengah langkah. In Syaa Allah akan bermanfaat,” tuturnya penuh optimisme.

Penghijauan Produktif di Halaman Rumah

Gagasan keempat yang disampaikan H. Atjeng adalah penghijauan di setiap halaman rumah dengan tanaman produktif seperti cabai, daun kelor, bawang merah, dan pepaya. Ia menyebutkan bahwa konsep ini tidak hanya memperindah lingkungan tetapi juga membantu ketahanan pangan keluarga.

“Halaman rumah bisa ditanami cabe, daun kelor, bawang merah. Ari aya di halaman mah, teu keudah meser di warung atawa di pasar, heehee… Pepaya ogé bisa,” ujarnya sambil tersenyum.

Di akhir pernyataannya, H. Atjeng menegaskan bahwa seluruh gagasan ini lahir dari kecintaannya yang mendalam terhadap tanah kelahirannya.

“Punten kumawantun, karena rasa cinta yang tinggi ke Garut,” pungkasnya.

Konsep-konsep tersebut diharapkan mendapat perhatian serius dari Pemerintah Kabupaten Garut serta didukung oleh seluruh lapisan masyarakat dalam membangun Garut yang lebih maju dan berdaya saing.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Proses Identifikasi Korban Ledakan Amunisi di Garut Masih Terkendala, Bupati Syakur Minta Doa Warga

Bupati Garut Ungkap Fakta Mengejutkan soal Air dan Peringatkan Karyawan PDAM: Tanpa Kalian, Garut Bisa Kacau