in

Ngabuburit di Alun-Alun Bayongbong Membludak, Ramadhan 1447 H Jadi Momentum Kebersamaan Warga

Foto: Suasana warga padati Alun- alun Bayongbong, Kabupaten Garut, Sabtu, 28 Fabruari, saat jam ngabuburit di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Garutexpo.com – Suasana depan Alun-Alun Bayongbong, Kabupaten Garut, selalu dipadati warga saat jam ngabuburit di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah. Sejak sore hari, tepatnya Sabtu (28/02/2026), masyarakat dari berbagai kampung di wilayah Kecamatan Bayongbong berbondong-bondong datang untuk mengisi waktu menjelang berbuka puasa.

Keramaian mulai terlihat sekitar pukul 16.30 WIB. Warga tampak memadati area alun-alun, baik yang berjalan kaki maupun yang datang menggunakan kendaraan roda dua dan roda empat. Anak-anak, remaja hingga orang tua larut dalam suasana sore yang penuh kehangatan khas Ramadhan.

Bulan suci Ramadhan memang selalu membawa nuansa kebersamaan yang begitu terasa. Salah satu tradisi yang tak pernah terlewatkan adalah berburu takjil menjelang waktu berbuka puasa. Di sepanjang sisi jalan depan alun-alun, para pedagang kecil menjajakan beragam menu takjil, mulai dari kolak, es buah, gorengan, aneka kue basah, hingga minuman segar yang mengunggah selera.

Kegiatan ngabuburit ini bukan sekadar mencari makanan pembuka puasa. Lebih dari itu, momen tersebut menjadi ruang pertemuan berbagai lapisan masyarakat dalam suasana penuh keakraban dan kebersamaan. Warga saling menyapa, berbincang ringan, hingga menikmati waktu santai bersama keluarga.

“Setiap Ramadhan saya selalu datang ke sini bersama keluarga. Bukan hanya mencari makanan dan minuman untuk berbuka puasa, tapi juga mengajak anak-anak jalan-jalan ngabuburit agar mereka merasakan suasana Ramadhan yang ramai dan menyenangkan,” ujar salah satu warga Bayongbong saat ditemui di lokasi.

Menurutnya, suasana alun-alun saat menjelang berbuka memiliki daya tarik tersendiri. Anak-anak bisa bermain dengan leluasa, sementara orang tua dapat bersantai sambil menunggu azan Magrib berkumandang. Kebersamaan inilah yang membuat tradisi ngabuburit selalu dinantikan setiap tahunnya.

Selain menghadirkan kebahagiaan bagi warga, ramainya alun-alun juga membawa berkah bagi para pedagang kecil. Banyak di antara mereka yang mengaku mengalami peningkatan penjualan selama bulan Ramadhan. Dagangan yang mereka jajakan kerap habis sebelum waktu berbuka tiba.

“Alhamdulillah kalau Ramadhan seperti ini dagangan cepat habis. Pembeli ramai, jadi rezeki juga ikut lancar,” ungkap salah seorang pedagang takjil yang rutin berjualan di sekitar alun-alun.

Suasana antre yang tertib dan saling menghargai juga menjadi pemandangan yang menyejukkan. Warga tampak sabar menunggu giliran saat membeli takjil, bahkan tak jarang ada yang berbagi makanan kepada sesama. Hal tersebut semakin menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga tentang memperkuat solidaritas sosial.

Tradisi berburu takjil di Alun-Alun Bayongbong ini menjadi cerminan harmoni masyarakat. Aktivitas sederhana menjelang berbuka puasa mampu menghadirkan kebersamaan, mempererat hubungan kekeluargaan, sekaligus menggerakkan roda perekonomian kecil.

Ramadhan pun kembali menjadi momentum istimewa yang bukan hanya sarat dengan nilai ibadah, tetapi juga penuh makna sosial. Di tengah hiruk-pikuk ngabuburit, terselip pesan bahwa kebersamaan dan kepedulian akan selalu hidup di tengah masyarakat Bayongbong setiap kali bulan suci tiba.(Acep)

Ditulis oleh Kang Zey

Ramadhan Reset di Islamic Center Garut: Momentum Menata Waktu, Uang, dan Amal Menuju Perubahan Nyata

Bocah 9 Tahun Diduga Hanyut di Sungai Cikandang, Polsek Pakenjeng dan Tim Gabungan Lakukan Penyisiran Intensif