in

Pemuda Akhir Zaman Gedor DPRD Garut, Bongkar Bobroknya Pasar Cisurupan

Foto: Suasana Pemuda Akhir Zaman saat audiensi di ruang rapat DPRD Kabupaten Garut, Rabu, 14 Mei 2025.

GARUTEXPO – Pemuda Akhir Zaman menggebrak ruang rapat DPRD Kabupaten Garut dalam audiensi yang berlangsung pada Rabu, 14 Mei 2025. Dalam forum tersebut, mereka melontarkan kritik pedas dan aspirasi keras terkait berbagai persoalan kronis yang membelit Pasar Cisurupan, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut.

Ketua Pemuda Akhir Zaman, Jajang Badruzaman yang akrab di sapa Abah Muda 212, menyuarakan deretan permasalahan yang terjadi di lapangan, mulai dari pengelolaan sampah, kekacauan parkir, semrawutnya pedagang kaki lima, hingga lemahnya keamanan pasar.

“Kami hadir bukan untuk sekadar berbicara, tapi untuk menggugah. Pasar Cisurupan hari ini bukan hanya soal ekonomi, tapi sudah menjadi bom waktu jika tidak segera dibenahi. Sampah menumpuk, parkir liar merajalela, keamanan longgar, dan pedagang kecil semakin terpinggirkan,” tegas Jajang di hadapan para anggota dewan dan pejabat terkait.

Dalam audiensi yang penuh dinamika itu, Pemuda Akhir Zaman menyampaikan sejumlah tuntutan konkret sebagai hasil kajian lapangan:

1 Menolak keras keberadaan TPS (Tempat Pembuangan Sementara) di dalam area pasar.

2 Mendesak Disperindag dan DLH memfasilitasi relokasi TPS ke luar pasar.

3 Meminta penambahan armada pengangkut sampah oleh DLH agar sampah tidak terus menumpuk.

4 Mendorong penertiban PKL di luar area IWAPA tanpa mematikan usaha mereka, serta pemberian solusi yang adil.

6 Menindak parkir liar yang memicu kemacetan dan kekacauan lalu lintas.

7 Peningkatan sistem keamanan pasar, termasuk pemasangan CCTV.

8 Mendesak keterlibatan langsung wakil rakyat dan SKPD di lapangan, bukan hanya menunggu laporan.

9 Mendorong Dinas Kesehatan untuk melakukan sidak rutin ke pasar-pasar dan memastikan pelayanan kesehatan menyentuh pedagang kecil.

Audiensi tersebut diterima oleh sejumlah pihak, di antaranya anggota Komisi III DPRD Garut: Asep Mulyana, Rinyati Nawawi, dan Nuri Nurdiwi. Hadir pula sejumlah pejabat dari lintas instansi seperti Nanang (Kabid PP/PLH), Istuti K (Dinkes), Saryana (Perhutani), Usep Sulaeman (IWAPA), Mamun (Camat Cisurupan), Irwan (Kabid Pasar), Heri S (Satpol PP), dan Wawan W (Plt. UPT Indag).

Pemuda Akhir Zaman mendesak agar seluruh elemen pemerintah segera mengambil langkah nyata.

 

Mereka menegaskan bahwa ini bukan sekadar seremonial audiensi, tetapi bentuk tekanan moral agar pelayanan publik benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

“Kami akan terus kawal. Jika ti

dak ada perubahan, kami akan datang lagi, lebih besar dan lebih keras,” pungkas Jajang saat di konfirmasi garutexpo.com, Sabtu, 17 Mei 2025.

Audiensi ini menjadi sorotan publik, sekaligus alarm keras bagi pemerintah daerah agar tidak lagi memandang remeh kondisi pasar tradisional yang menjadi nadi ekonomi rakyat.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Diterjang Hujan Deras, Rumah di Garut Rata dengan Tanah

Rumah Tenun Sutra dan Batik Tulis Garut RPG, Ikon Kearifan Lokal dari Tarogong Kaler