in

Ramadhan Reset di Islamic Center Garut: Momentum Menata Waktu, Uang, dan Amal Menuju Perubahan Nyata

Garutexpo.com – Menyambut datangnya bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah, sebuah kegiatan inspiratif bertajuk Ramadhan Reset digelar di Islamic Center Garut, Jalan Pramuka No. 22, Pakuwon, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, Sabtu sore (28/2/2026). Kegiatan yang dimulai menjelang waktu berbuka puasa ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus refleksi bagi masyarakat untuk menata ulang kehidupan, baik dari sisi spiritualitas, manajemen waktu, hingga pengelolaan keuangan agar lebih terarah dan bernilai ibadah.

Acara yang terbuka untuk umum tersebut mendapat sambutan antusias dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, pebisnis, ibu rumah tangga, hingga komunitas dakwah dan pelaku UMKM. Sejak sore hari, ratusan peserta telah memadati area masjid untuk mengikuti rangkaian kegiatan yang dirancang bukan sekadar kajian keagamaan, melainkan forum penguatan mental dan perencanaan hidup menjelang Ramadhan.

Ramadhan selama ini dikenal sebagai bulan penuh berkah dan ampunan. Namun melalui program ini, peserta diajak untuk tidak hanya menjalani ibadah sebagai rutinitas tahunan, melainkan menjadikannya sebagai titik balik perubahan. Ramadhan diposisikan sebagai momentum strategis membangun kebiasaan baru yang lebih disiplin, produktif, dan berorientasi pada keberkahan jangka panjang.

Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pembahasan komprehensif mengenai pentingnya manajemen waktu selama Ramadhan. Disampaikan bagaimana mengatur ritme harian agar tetap produktif dalam bekerja atau belajar tanpa mengurangi kualitas ibadah seperti shalat berjamaah, tilawah Al-Qur’an, qiyamul lail, hingga kegiatan sosial. Peserta juga dibekali teknik penyusunan target ibadah harian dan mingguan agar capaian spiritual dapat terukur dan konsisten.

Selain pengelolaan waktu, aspek finansial menjadi fokus utama pembahasan. Di bulan Ramadhan, pengeluaran rumah tangga kerap meningkat akibat kebutuhan konsumsi, persiapan Lebaran, hingga tradisi berbagi. Karena itu, peserta diajak menyusun perencanaan keuangan secara bijak, mulai dari pengaturan anggaran belanja, alokasi zakat, infak, dan sedekah, hingga strategi menjaga arus kas usaha agar tetap stabil. Dibahas pula pentingnya membangun kebiasaan finansial sehat yang dapat berlanjut setelah Ramadhan usai, sehingga perubahan tidak bersifat musiman.

Panitia menghadirkan dua narasumber berkompeten di bidangnya. Narasumber pertama, Dewa Eka Prayoga, praktisi bisnis berpengalaman lebih dari 15 tahun sekaligus Licensed Master Practitioner of NLP & Neuro Semantic serta Founder Muhsinin Club, menekankan pentingnya membangun mentalitas produktif yang selaras dengan nilai spiritual. Ia menyampaikan bahwa keberhasilan duniawi tidak boleh dipisahkan dari fondasi keimanan.

“Ramadhan jangan dijadikan alasan untuk menurunkan performa. Justru ini momentum akselerasi. Ketika spiritual kuat, fokus dan konsistensi akan lebih mudah dibangun,” ujarnya di hadapan peserta.

Sementara itu, penguatan dari sisi keilmuan dan nilai-nilai keislaman disampaikan oleh Dede Ishaq M, seorang ulama dan pendidik. Ia memberikan landasan syar’i dalam menjalankan ibadah serta menegaskan pentingnya meluruskan niat dalam setiap aktivitas, termasuk bekerja dan mengelola keuangan.

“Keberkahan bukan hanya soal jumlah harta, tetapi sejauh mana aktivitas kita mendekatkan diri kepada Allah SWT. Ramadhan harus menjadi titik perbaikan niat dan amal,” tuturnya.

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyediakan snack berbuka puasa dan lipstik senilai Rp100 ribu secara gratis bagi 200 peserta pertama yang hadir. Selain itu, dilakukan santunan kepada 25 santri dan yatim piatu dengan perwakilan dari tim SR12 Garut. Doorprize spesial juga dibagikan di akhir acara, sehingga suasana kegiatan berlangsung hangat, interaktif, dan penuh semangat hingga menjelang malam.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari SR12 Herbal Skincare dengan tagline “Laku Keras, Cantik, Sehat, Cuan” sebagai bagian dari kontribusi sosial dan dakwah kepada masyarakat. Dukungan tersebut diharapkan dapat memperluas dampak kegiatan serupa di masa mendatang agar semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat edukatif dan spiritual.

Melalui Ramadhan Reset, masyarakat Garut diharapkan mampu menyambut bulan suci dengan perencanaan yang lebih matang, target ibadah yang jelas, serta komitmen perubahan yang kuat. Dengan manajemen waktu yang baik, pengelolaan keuangan yang bijak, dan amal yang dimaksimalkan, Ramadhan tidak hanya menjadi bulan penuh pahala, tetapi juga awal transformasi diri yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Semoga Allah SWT memudahkan setiap langkah umat Islam dalam meraih Ramadhan yang penuh keberkahan, ampunan, dan rahmat-Nya, serta menjadikan setiap ikhtiar perubahan sebagai jalan menuju kebaikan yang lebih luas bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Balap Liar Libatkan 100 Motor Digerebek, Polsek Pasirwangi Amankan 5 Pelaku dan 12 Kendaraan