in

Sejarah Singkat, Sunan Sirapanjang Bupati Pasir Damang Pasangrahan Cilawu Garut

Foto: Kang Oos Supyadin., SE., MM., Pengurus Dewan Adat Kabupaten Garut (DAKG)

GARUTEXPO– Tulisan sejarah ini diambil dari Naskah Sejarah Banjaran Bandung dari riwayat yang diceritakan R.D Suriadilaga kepada Ocin Kosasih sebagai penulis naskah, dan dalam naskah ini pula disebutkan bahwa Raden Jayamantri disebutkan sebagai salah seorang keturunan Prabu Siliwangi.

Prabu Siliwangi mempunyai anak Prabu Kungka (Mindamantri) puputra Sanghyang Tubuy puputra Rd Batura Lawas Jaya puputra Rd Sunan Sirapanjang (Sirapanji) puputra Rd Jayamantri (Eyang Kamasan).

Rd Jayamantri sendiri sebenarnya diceritakan sebagai sosok sederhana yang meninggalkan kedudukan ayahnya Sunan Sirapanjang alias Sunan Sirapanji sebagai Bupati di Pasanggrahan Cilawu Garut.

Ia memilih sebagai petani namun memiliki keahlian sebagai pembuat perhiasan seperti cincin, kalung dan gelang dari bahan emas (orang Sunda bisa menyebutnya ngamasan).

Keahlian Rd Jayamantri dalam ngamasan tersebut dikenal banyak orang bahkan sampai sejumlah nama besar di kawasan Tata Ukur yakni Dalem Wangsanata alias Dipati Ukur pun memesan perhiasan kepadanya.

Selanjutnya di Kamasan Banjaran Bandung inipun Rd Jayamantri memiliki keturunan.

Raden Jayamantri (Eyang Kamasan) puputra Raden Jayaseraya puputra Raden Wergajiwa puputra Raden Tarunajiwa puputra Raden Korib puputra Raden Amaran puputra Raden Jayadipa puputra Raden KH Rokim puputra Raden Kerta Jibja puputra Nyimas Rd Enah puputra Raden E. Sastrawinata dan Raden Enju.

Kesimpulan :
1. Di daerah Kec Cilawu diduga terdapat kedaleman tepatnya di Pasir Damang Pasanggrahan Cilawu Garut, ini diperkirakan paska buraknya Pajajaran atau akhir abad 16 an.
2. Rd Jayamantri diperkirakan lahir akhir abad 16. Menjelang dewasa beliau ke wilayah Tatar Ukur tepatnya daerah Kamasan Banjaran Bandung. Karena pernah ada pemesanan pembuatan perhiasan dari Dipati Ukur yang kala itu sebagai Bupati Wedana Priangan, maka diperkirakan tahun 1624.

Semoga tulisan ini bermanfaat dalam upaya menambah kesejarahan di wilayah Garut dan sekitarnya.(*)

Penulis: Kang Oos Supyadin, SE MM (Pengurus Dewan Adat Kabupaten Garut / DAKG)

Ditulis oleh Kang Zey

Polres Garut Turun Gunung! Cap Go Meh 2025 Dijaga Ketat, Tak Ada Celah untuk Kericuhan

KPU Garut Adakan Refleksi Pilkada 2024 Bersama Media untuk Evaluasi dan Sinergi