GARUTEXPO – Melonjaknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur di Kabupaten Garut menjadi alarm bahaya yang tak bisa lagi diabaikan. Merespons situasi tersebut, mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Prajabatan Institut Pendidikan Indonesia (IPI) Garut, jurusan Pendidikan Bahasa Indonesia, turun langsung ke lapangan untuk memberikan edukasi perlindungan anak sejak usia dini.
Bertempat di SDN 1 Sukamukti, Kecamatan Cilawu, mereka menggelar kegiatan bertajuk “Kenali Tubuhmu, Lindungi Dirimu”, yang dirancang sebagai bentuk aksi nyata dalam menciptakan ruang aman bagi anak-anak dari ancaman kekerasan seksual.
Tim mahasiswa yang terdiri dari Nanan Nugraha (ketua pelaksana), Rindang Mekarsasi, Ismi Rahayu, Roro Tri Nur Herthira, Marleni, Fadila Nuraini, dan Rima Maryamah, membawakan materi dengan pendekatan edukatif, menyenangkan, dan ramah anak. Anak-anak diajak mengenali bagian tubuh yang tidak boleh disentuh sembarangan dan diajarkan pentingnya keberanian berkata “tidak” saat merasa tidak nyaman.
“Kami melihat bahwa masih banyak anak-anak yang belum memahami bagaimana cara melindungi diri mereka sendiri dari bentuk kekerasan, terutama kekerasan seksual. Maka dari itu, kegiatan ini kami rancang untuk memberi mereka bekal sejak dini,” ujar Nanan Nugraha, ketua pelaksana kegiatan.
Rindang Mekarsasi menambahkan bahwa pengenalan batasan diri adalah fondasi penting dalam membangun ketahanan dan kesadaran anak terhadap potensi kekerasan seksual.
“Kami percaya bahwa pencegahan lebih baik daripada penyesalan. Anak-anak perlu diberi ruang aman untuk bertanya, belajar, dan memahami tubuh mereka,” tegasnya.
Kegiatan tersebut disambut antusias oleh pihak sekolah. Kepala SDN 1 Sukamukti, Engkon, S.Pd.I, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif mahasiswa PPG IPI Garut.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini. Edukasi seperti ini sangat penting dan perlu ditanamkan sejak usia dini. Anak-anak harus paham bahwa mereka berhak merasa aman, dan tahu cara menjaga diri sehingga dapat terhindar dari hal yang tidak diinginkan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa PPG IPI Garut tidak hanya mengasah keterampilan pedagogiknya, tetapi juga mempertegas peran guru sebagai pelindung dan pembentuk karakter generasi masa depan.
Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk lebih peka dan peduli dalam menciptakan lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih bagi setiap anak.(*)
























