Garutexpo.com – Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan terasa dalam kegiatan santunan anak yatim, jompo, serta para ustaz yang digelar keluarga besar Drs. H. Juhana di Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) Nurul Hidayah, Kampung Sangkan, RW 01, Desa Cintarasa, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, Rabu (11/3/2026).
Kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan setiap bulan suci Ramadan ini menjadi bentuk kepedulian dan komitmen keluarga besar Drs. H. Juhana dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya anak-anak yatim, para lanjut usia (jompo), serta para ustaz yang selama ini mengabdikan diri dalam bidang pendidikan keagamaan.
Ketua RW 01 sekaligus sesepuh MDT Nurul Hidayah, Ustadz Acu Sukmana, menyampaikan bahwa pada kegiatan santunan kali ini tercatat sebanyak 28 anak yatim menerima bantuan. Selain itu, santunan juga diberikan kepada 20 orang jompo serta 12 orang ustaz yang selama ini aktif mengajar dan membina para santri di lingkungan madrasah.
Menurut Ustadz Acu, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin yang telah lama dilaksanakan oleh keluarga besar Drs. H. Juhana sebagai bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat sekitar.
“Alhamdulillah, kegiatan santunan ini sudah menjadi agenda rutin yang dilaksanakan oleh keluarga besar Bapak Drs. H. Juhana setiap bulan Ramadan. Selain itu, setiap tiga bulan sekali juga biasanya dilaksanakan santunan bagi anak yatim, jompo, dan para ustaz di MDT Nurul Hidayah ini,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa kegiatan tersebut sangat membantu masyarakat, terutama bagi anak-anak yatim dan para lansia yang membutuhkan perhatian dan dukungan dari berbagai pihak.
“Atas nama masyarakat RW 01 dan keluarga besar MDT Nurul Hidayah, kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada keluarga besar Drs. H. Juhana yang terus menunjukkan kepeduliannya kepada warga. Semoga kebaikan ini menjadi amal ibadah dan membawa keberkahan bagi seluruh keluarga,” tambahnya.
Kegiatan santunan tersebut juga diisi dengan doa bersama serta tausiyah singkat yang mengingatkan pentingnya berbagi kepada sesama, terutama di bulan Ramadan yang penuh berkah.
Warga yang hadir tampak antusias mengikuti kegiatan tersebut. Para penerima santunan pun merasa terbantu dan bersyukur atas perhatian yang diberikan.
Momentum ini sekaligus menjadi pengingat bahwa nilai gotong royong, kepedulian sosial, dan semangat berbagi masih terus hidup di tengah masyarakat, terutama melalui kegiatan-kegiatan kemanusiaan yang digagas oleh tokoh dan keluarga dermawan di lingkungan sekitar.

Melalui kegiatan santunan tersebut, diharapkan semakin banyak pihak yang tergerak untuk menebar kebaikan serta membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di bulan suci Ramadan yang identik dengan peningkatan amal ibadah dan kepedulian terhadap sesama.(AR)


