GARUTEXPO – Pemerintah Kelurahan Kota Wetan, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, saat ini tengah melaksanakan pembangunan jalan permukiman di 12 titik yang tersebar di 12 RW. Hal ini disampaikan langsung oleh Kepala Kelurahan Kota Wetan, Wahyu saat di konfirmasi garutexpo.com di ruang kerjanya Selasa (1/7/2025).
“Alhamdulillah, di Kelurahan Kota Wetan sedang berjalan pembangunan jalan permukiman di 12 lokasi yang tersebar di 12 RW. Salah satunya merupakan program pembangunan infrastruktur yang berkaitan dengan penataan kawasan lingkungan,” ujar Wahyu.
Wahyu menjelaskan, pembangunan yang sedang berjalan di antaranya berupa rabat beton serta rencana pengaspalan hotmix di RW 8. Ia juga menanggapi isu adanya potongan anggaran di luar pajak yang sempat beredar di masyarakat.
“Perlu kami luruskan bahwa sebetulnya itu bukan potongan. Itu adalah penyisihan hak dan kewajiban, di mana di satu sisi hak pelaksanaan pembangunan berjalan, kewajibannya adalah untuk pemenuhan pembayaran pajak PPN dan PPh. Besarannya sekitar 12 persen dan kami sampaikan kepada Pokmas untuk disisihkan,” jelasnya.
Terkait kabar adanya potongan lain di luar pajak, Wahyu menegaskan bahwa hal tersebut tidak benar. “Tidak ada potongan 10 persen di luar PPN dan PPh. Yang ada hanya penyisihan sekitar 12 persen untuk pembayaran pajak,” tegas Wahyu.
Ia menambahkan, mekanisme pencairan dana Kelurahan (Dakel) dilakukan melalui kas daerah yang kemudian langsung ditransfer ke rekening Kelompok Masyarakat (Pokmas) sebagai pelaksana pembangunan.
“Total anggaran untuk 12 RW tersebut kurang lebih sebesar Rp304 juta dan itu langsung kami transfer ke rekening Pokmas. Ini merupakan anggaran Dana Kelurahan tahun 2025,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua Pokmas Kota Wetan, Agus, berharap agar seluruh pekerjaan dapat berjalan optimal dan sesuai harapan masyarakat.
“Dengan adanya Dana Kelurahan ini, kami berharap pekerjaan di lapangan dikerjakan dengan bagus. Pekerjaan harus sesuai dengan kondisi di lapangan,” kata Agus.
Wahyu menambahkan, tahun ini Dana Kelurahan digunakan untuk empat kegiatan, yaitu pembangunan jalan permukiman, perbaikan saluran pembuangan air limbah (SPAL), pembangunan drainase, dan pembangunan pos pelayanan terpadu (Posyandu).
Menurut Wahyu, antusiasme warga terhadap pembangunan cukup tinggi. “Masyarakat merasa bangga. Jalan yang dulunya rusak, kini jadi bagus. Di RW 22, warga turut bergotong royong. Kami melihat mulai dari ibu-ibu hingga anak-anak ikut membantu. Mereka senang karena lingkungan menjadi lebih baik,” tuturnya.
Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan kualitas infrastruktur di Kelurahan Kota Wetan semakin baik dan dapat meningkatkan kesejahteraan warga.(AR)






























