GARUTEXPO– Pemerintah Desa Binakarya, yang berlokasi di Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut, Jawa Barat, menetapkan ternak hewan domba sebagai program unggulan dalam upaya menjaga stabilitas perekonomian lokal.
Program ini telah dijadikan fokus utama sebagai tanggapan terhadap kebijakan pemerintah pusat, yang diwajibkan melalui Kementerian Desa (KemenDes), demi keberlangsungan ketahanan pangan di setiap daerah.
“Dalam menjaga program ketahanan pangan, Kepala Desa memberikan instruksi kepada seluruh aparatur untuk saling mendukung dan menjaga program tersebut,” ungkap Dede Nurdin, seorang aparatur Desa Binakarya, kepada garutexpo.com, Kamis, 25 April 2024.
Lebih lanjut ia mengatakan, Kampung Ranca Dadap, Desa Binakarya, menjadi pusat pengembangan program ini dengan fokus pada ternak domba pedaging dan kambing perah.
“Tahun 2022, kami mengalokasikan anggaran ketahanan pangan untuk mengadakan sekitar 17 ekor kambing perah, sementara pada tahun 2023, anggaran dialokasikan untuk 25 ekor indukan kambing potong,” kata Dede Nurdin.
Dede Nurdin juga menyoroti pengembangan lahan seluas sekitar 100 Tumbak, dengan penanaman pohon buah anggur sebagai salah satu inisiatif yang terus dikembangkan.
Namun, dia juga mengakui bahwa pengelolaan ketahanan pangan hewan ternak, baik kambing potong maupun kambing perah, tidaklah mudah, dan membutuhkan perawatan intensif untuk mencegah penyakit.
“Dalam segi pengurusan, saya berharap agar para kelompok ternak dapat lebih berkonsentrasi, sehingga program ini dapat terus berkembang,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Desa Binakarya, Asep Zaenal Aripin, menegaskan pentingnya peningkatan pembelajaran bagi para kelompok ternak di setiap dusun, dengan harapan dapat merasakan manfaat dari program ketahanan pangan ini.
“Keberhasilan program ternak domba ini bergantung pada kesiapan dan komitmen para kelompok ternak. Maka dari itu, perlu terus berkelanjutan agar dapat dirasakan manfaatnya secara baik,” tandasnya.( Nuroni)






























