GARUTEXPO– Gabungan Kelompok Tani (GAPOKTAN) Mekar Tani Desa Ganda Mekar, Kecamatan Kadungora, Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengikuti lomba penilaian RUBUHA (Rumah Burung Hantu) yang diadakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Garut dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79.
Amar, selaku Ketua GAPOKTAN Mekar Tani, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk mengatasi hama tikus secara alami.
“Perlombaan ini diadakan oleh Dinas Pertanian Kabupaten Garut sebagai salah satu cara mengendalikan hama tikus yang sudah terbukti efektif di Kabupaten Sumedang dan Karawang,” ujar Amar saat diwawancarai garutexpo.com, Senin (26/08/2024).
Menurut tim penilai dari Dinas Pertanian, lomba ini diikuti oleh 1.000 RUBUHA se-Kabupaten Garut. Namun, hingga saat ini baru 27 RUBUHA yang berpartisipasi dalam penilaian.
Amar menambahkan bahwa pembuatan RUBUHA bertujuan untuk menarik burung hantu yang secara alami memangsa tikus.
“Hama tikus itu datang secara alami, jadi kita lawan dengan cara alami juga, yaitu dengan memanfaatkan RUBUHA untuk menarik burung hantu agar hinggap,” jelasnya.
Lebih lanjut, Amar mengatakan untuk tingkat populasi hama baru lebih kepada mitigasi pencegahan sebelum terjadinya serangan hama tikus di wilayahnya. Semoga dengan adanya rumah burung di 7 titik dapat menurunkan hama hewan tikus tersebut.
“Dengan adanya RUBUHA di tujuh titik di lahan kami, diharapkan populasi hama tikus bisa menurun secara signifikan,” ucapnya.
Dalam satu titik, RUBUHA dibangun di lahan seluas 3 hingga 5 hektar. Amar berharap selain adanya penilaian lomba, keberadaan RUBUHA dapat membantu petani dalam menekan populasi hama tikus.
Inisiatif GAPOKTAN Desa Ganda Mekar ini mendapatkan apresiasi dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pertanian Wilayah VII.
“Kami merekomendasikan kepada Dinas Pertanian Kabupaten agar perlombaan ini terus diadakan sebagai bentuk dorongan dan motivasi bagi para petani yang tergabung dalam GAPOKTAN,” ujar perwakilan UPT tersebut.

Hal tersebut mendapat apresiasi dari Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) Kecamatan Kadungora menunjukkan upaya agresif dalam mitigasi serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) serta dampak perubahan iklim (DPI) seperti banjir, longsor, dan kekeringan. Langkah-langkah tersebut dilakukan secara intensif khususnya di wilayah kerjanya di Kecamatan Kadungora.
Ketegasan dan kesigapan petugas POPT dalam menangani berbagai ancaman terhadap sektor pertanian ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat setempat serta dukungan penuh dari Unit Pelayanan Teknis (UPT) Dinas Pertanian Wilayah VII.
“Petugas POPT di Kecamatan Kadungora benar-benar menunjukkan semangat dalam mengatasi tantangan serangan OPT dan dampak perubahan iklim. Kami sangat mengapresiasi dedikasi mereka yang tidak hanya fokus pada pencegahan, tetapi juga terus melakukan pengawasan aktif di lapangan,” ujar perwakilan dari UPT Wilayah VII.
Semangat yang ditunjukkan oleh para petugas ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam menghadapi ancaman OPT dan DPI secara efektif, sekaligus mendorong petani untuk lebih tanggap dalam menjaga lahan pertanian mereka dari potensi kerusakan.( Nuroni)













