GARUTEXPO – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Tarogong Kaler dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Garut tahun 2026 berlangsung di Aula Kecamatan Tarogong Kaler, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (24/2/2025). Acara ini menjadi forum penting dalam menentukan prioritas pembangunan di wilayah tersebut.
Musrenbang ini dibuka oleh Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, S.Sos., serta dihadiri sejumlah tamu undangan, di antaranya anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut, Yudha Puja Turnawan dari Fraksi PDI Perjuangan dan Imat Rohimat dari Fraksi Golkar. Turut hadir pula Alia Maulidiyanti Mahmudah, S.TP, M.M. dari Bappeda, seluruh kepala desa dan lurah se-Kecamatan Tarogong Kaler, serta perwakilan LPM, PKK, Kasi Pembangunan, Kapolsek, dan Danramil setempat.
Dalam keterangannya, Camat Tarogong Kaler, Rakhmat Alamsyah, menyoroti berbagai tantangan pembangunan yang dihadapi wilayahnya, terutama terkait kondisi geografis dan sistem drainase.
“Kecamatan Tarogong Kaler memiliki tantangan terkait dengan kondisi geografis dan drainase. Meskipun daerah ini tidak seperti daerah selatan yang rawan banjir, namun masalah drainase dan sedimen menjadi perhatian utama,” ujarnya.
Rakhmat menjelaskan bahwa upaya penanganan banjir terus dilakukan dengan melibatkan masyarakat dan pemerintah desa, serta secara bertahap melakukan pengerukan sedimen di saluran drainase.
“Sejak 2022, kami berupaya untuk mengurangi dampak banjir dengan mengeruk saluran-saluran yang mengalami pendangkalan. Alhamdulillah, pada 2023 dampaknya berkurang, dan kami terus melanjutkan upaya tersebut hingga 2024,”tandasnya.
Selain itu, Rakhmat juga mengungkapkan bahwa akar pohon yang menghambat saluran drainase menjadi kendala tersendiri. Namun, dengan kolaborasi yang baik antara masyarakat, pemerintah desa, dan Dinas PUPR, kondisi banjir di Kecamatan Tarogong Kaler terus membaik.
Lebih lanjut, Rakhmat menekankan bahwa dampak perubahan iklim terhadap banjir dan genangan air di pemukiman serta area pertanian relatif minim, berkat kerja sama yang solid antara semua pihak termasuk Dinas PUPR.
“Kami akan terus mengangkat persoalan ini menjadi prioritas utama dalam perencanaan pembangunan,” tuturnya.
Musrenbang ini menjadi momentum penting dalam menyusun prioritas pembangunan di Kecamatan Tarogong Kaler, dengan harapan dapat mengatasi berbagai permasalahan yang ada serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.(*)






























