in

Warga Desa Cikarang Garut Segel Kantor Desa, Tuntut Pertanggungjawaban Dana IP

GARUTEXPO — Ratusan warga Desa Cikarang, Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut, melakukan aksi demonstrasi dan penyegelan kantor desa, Kamis (29/5/2025). Aksi ini dipicu oleh ketidakjelasan pertanggungjawaban Dana Insentif Pembangunan (IP) tahun anggaran 2024 yang belum terselesaikan.

Dalam aksinya, warga membentangkan spanduk di depan kantor desa bertuliskan: “Kami atas nama warga Desa Cikarang untuk sementara kantor Desa Cikarang disegel sebelum ada kejelasan dana IP tahun 2024.” Warga mendesak agar pihak Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) segera memberikan kejelasan dan pertanggungjawaban atas dana tersebut.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Cikarang, Lukman, menjelaskan bahwa aksi penyegelan dilakukan karena masyarakat merasa kecewa dengan tidak tuntasnya pelaksanaan dan pelaporan Dana IP 2024.

“Masyarakat menyegel kantor desa karena Dana IP 2024 belum diselesaikan, dan mereka menuntut agar TPK bertanggung jawab penuh atas permasalahan ini,” ujar Lukman saat di konfirmasi garutexpo.com melalui sambungan WhatsApp, Kamis, 29 Mei 2025.

Lukman juga mengungkapkan bahwa sebelumnya persoalan ini telah berusaha dimediasi di tingkat desa, namun TPK tidak pernah hadir meskipun telah beberapa kali diundang. Akhirnya, mediasi dilanjutkan ke tingkat Kecamatan Cisewu pada 26 Mei 2025.

“Dalam mediasi tingkat kecamatan, TPK yang juga menjabat sebagai Kaur Perencanaan di Desa Cikarang mengakui kesalahannya dan menyatakan kesanggupan untuk memperbaiki serta menyelesaikan masalah ini dengan tenggat waktu hingga 29 Mei 2025. Namun hingga hari ini, janji tersebut tidak dipenuhi,” jelasnya.

Karena merasa tidak ada itikad baik dan penyelesaian dari pihak terkait, warga pun akhirnya turun langsung melakukan aksi demonstrasi dan menyegel kantor desa sebagai bentuk protes.

Hingga berita ini diturunkan, kantor Desa Cikarang masih dalam kondisi tersegel, sementara warga menunggu tindak lanjut dari pihak kecamatan dan aparat penegak hukum untuk menangani persoalan tersebut.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Lansia Ditemukan Tewas Gantung Diri di Kadungora, Diduga Alami Depresi Akibat Ditinggal Istri

PLN Siapkan Lompatan Hijau: RUPTL Teranyar Targetkan 76% Energi Bersih hingga 2034