GARUTEXPO — Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memberikan penekanan keras kepada para kepala desa di lima kecamatan agar pengelolaan Dana Desa benar-benar dilakukan secara transparan dan tepat sasaran. Hal ini disampaikannya saat memimpin langsung Rapat Koordinasi tingkat Kecamatan dan Desa di Aula Desa Cidatar, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Selasa (8/7/2025).
Rakor tersebut diikuti 65 desa dari Kecamatan Cilawu, Cisurupan, Bayongbong, Cigedug, dan Sukaresmi. Dalam sambutannya, Bupati Syakur menegaskan agar kepala desa tidak main-main dalam mengelola Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
“Karena APBDes itu adalah salah satu pintu awal bagaimana kita melaksanakan janji-janji politik. Emutan APBDes ulah jadi kaditu kadieu, ‘Pak cenah kurang’, kabeh ge kurang. Tapi yang pasti, dari dulu sampai sekarang, dana desa semakin besar dipegang bapak ibu. Maka dari itu, harus benar-benar diterapkan dengan baik, hasil pekerjaannya bagus, awet, indah, dan syukur-syukur bisa melibatkan partisipasi masyarakat. Sederhana da sebenerna mah,” ujar Syakur.
Ia mengingatkan bahwa seiring perkembangan teknologi dan masifnya penggunaan media sosial, masyarakat kini bisa langsung memantau kinerja desa. Menurutnya, kritik dan sorotan publik di platform seperti TikTok, Facebook, dan Instagram harus menjadi perhatian bersama.
“Kita semua tahu sekarang kan musimnya Tiktok, Facebook, IG. Bapak-bapak kan suka main itu ya (media sosial). Itu saya cek, saya baca, hampir selalu ada yang bicara ‘tolong audit desa, tolong audit semua desa’. Hal itu barangkali yang melandasi kenapa saya harus ketemu kepala desa, karena kalau ada yang terjadi di kepala desa, maka saya pun ikut bertanggung jawab,” tegasnya.
Syakur juga menegaskan bahwa jabatan bupati maupun kepala desa sama-sama merupakan pilihan rakyat. Untuk itu, keduanya memiliki beban yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik.
“Mari kita sama-sama meningkatkan kinerja, saling mendukung, dan benar-benar melayani masyarakat dengan maksimal. Jangan sampai ada yang main-main dengan dana desa,”tandasnya.(*)






























