Garutexpo.com – Warga Kampung Panagan, RW 02, Kelurahan Sukanegla, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut, menunjukkan semangat gotong royong luar biasa dengan memperbaiki Jalan Margawati secara swadaya, setelah bertahun-tahun menanti tanpa kepastian dari pemerintah.
Jalan yang menjadi akses utama menuju destinasi wisata alam Karacak Valley ini telah lama mengalami kerusakan parah. Kondisinya sering dikeluhkan warga karena membahayakan pengguna jalan dan mengganggu aktivitas harian.
Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas perbaikan tengah berlangsung. Terlihat papan bertuliskan: “Mohon maaf perjalanan Anda terganggu dikarenakan ada perbaikan jalan.” Yang menarik, tidak ada satu rupiah pun dana dari APBD maupun kelurahan yang digunakan. Semua murni hasil inisiatif dan iuran masyarakat.
“Ini murni swadaya masyarakat, tidak menggunakan uang negara. Kami berinisiatif sendiri karena jalan ini sudah lama rusak dan sangat mengganggu aktivitas warga,” ujar Ato (43), Kamis, 7 Agustus 2025.
Menurut Ato, warga dengan sukarela menyumbangkan tenaga, bahan material, hingga dana seikhlasnya demi memperbaiki ruas jalan sepanjang sekitar 100 meter.
“Kami tidak bisa menunggu terlalu lama, karena ini menyangkut kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan. Alhamdulillah, warga di sini kompak, dari anak muda sampai orang tua ikut turun tangan,” tambahnya.
Ato juga menjelaskan, sebelumnya sempat ada program perbaikan jalan dari dana aspirasi, namun hanya mencakup sekitar satu kilometer, sedangkan total panjang jalan Margawati ini mencapai lebih dari tiga kilometer.
“Yang diperbaiki oleh dana tersebut itu hanya sekitar satu kilo. Padahal jalan ini akses utama menuju Objek Wisata Karacak Valley. Jadi, kami warga gotong royong memperbaiki bagian yang tidak tersentuh program pemerintah,” jelasnya.
Proses perbaikan jalan ini dilakukan secara bertahap lewat kerja bakti yang dijadwalkan rutin oleh warga. Mereka berharap inisiatif ini tidak hanya berdampak pada kenyamanan dan keselamatan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain yang menghadapi persoalan serupa.
Melalui langkah ini, warga Panagan membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari bawah. Di tengah keterbatasan dan abainya pemerintah, kekompakan dan rasa kepedulian sosial bisa menjadi kekuatan besar untuk mengatasi masalah infrastruktur yang selama ini terbengkalai.(Alam)






























