in

Puluhan Warga Situgirang Lakukan Aksi Demonstrasi di Dapur Badan Gizi, Tuntut Kenaikan Jumlah Pekerja Lokal

Garutexpo.com – Puluhan warga Kampung Situgirang, Desa Cintarakyat, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, melakukan aksi demonstrasi di posko Makanan Bergizi Gratis (MBG) Dapur Badan Gizi Nasional (BGN) yang berlokasi di Kampung Babakan Situgirang, Sabtu siang, 30 Agustus 2025. Aksi ini dipimpin oleh Koordinator Aksi, Anggi Gumilar, yang mengajukan tuntutan agar lebih banyak warga lokal dilibatkan dalam program tersebut.

Dapur BGN, atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), merupakan fasilitas dapur yang dioperasikan di bawah program MBG yang digagas oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Tujuan dari program ini adalah menyediakan makanan bergizi gratis kepada masyarakat dengan melibatkan tenaga kerja yang berasal dari berbagai wilayah.

Anggi Hansa Gumilar menjelaskan bahwa tujuan dari aksi ini adalah untuk memperjuangkan hak warga sekitar agar lebih banyak yang bisa bekerja di posko tersebut.

“Kami ingin agar masyarakat sekitar ini ikut dipekerjakan karena program pemerintah ini seharusnya bisa memberikan manfaat lebih bagi mereka,” ungkap Anggi Saat di wawancarai garutexpo.com, sesuai dialog bersama pihak yayasan.

Menurut Anggi, saat ini sekitar 60% tenaga kerja yang ada di posko MBG berasal dari luar wilayah tersebut. Ia berharap, melalui aksi ini, jumlah pekerja lokal dapat meningkat menjadi 70%, yang menurutnya akan lebih menguntungkan bagi masyarakat sekitar.

“Kami mendengar bahwa ada kriteria khusus yang ditetapkan oleh yayasan Dewi Santika untuk merekrut pekerja di sini. Kami berharap ada ruang lebih bagi warga sekitar agar dapat berpartisipasi lebih banyak,” tambahnya.

Anggi juga mengusulkan agar program MBG ini dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Cintarakyat, mengingat di desa tersebut sedang dibentuk Koperasi Merah Putih.

“Dengan kolaborasi ini, kami berharap ada manfaat lebih yang bisa dirasakan oleh masyarakat lokal,” kata Anggi.

Sementara itu, pihak Yayasan Dewi Santika Samarang selaku bertanggung jawab atas pengelolaan Dapur MBG, Dafa, menyampaikan bahwa aksi warga tersebut mungkin disebabkan oleh miskomunikasi. Dafa menjelaskan bahwa yayasan telah bekerja sama dengan pemilik sewa untuk merekrut 30 relawan yang akan bekerja di posko tersebut.

“Data para relawan yang sudah masuk berdasarkan KTP akan diproses lebih lanjut. Bagi relawan yang dinilai kurang performanya, mohon kami akan menggantinya dengan warga sekitar yang lebih memenuhi kriteria,” kata Dafa.

Aksi yang diikuti oleh puluhan warga tersenut berlangsung damai, meskipun ada ketegangan terkait tuntutan mereka. Warga berharap agar pihak yayasan dan pemerintah bisa mendengarkan aspirasi mereka dan memberikan kesempatan lebih besar bagi masyarakat lokal untuk terlibat dalam program yang bertujuan untuk meningkatkan gizi dan kesejahteraan mereka.

Dengan adanya dialog antara warga dan pihak yayasan, diharapkan masalah ini dapat diselesaikan dengan cara yang lebih adil, sehingga program Makanan Bergizi Gratis bisa memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat sekitar Kampung Situgirang.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Pensiunan ASN Distan Garut Dilantik Jadi Kepengurusan PWRI, Mampukah Jadi Motor Baru Pembangunan Daerah?

Ketua Parmusi Dedi Kurniawan: Demonstrasi Anarkis Akibat Ketidaksantunan Anggota DPR RI dalam Berkomunikasi