Garutexpo.com – Forum Pemuda Peduli Garut (FPPG) menyampaikan kritik pedas kepada Bupati Garut setelah beredarnya video yang memperlihatkan dirinya keliru saat membacakan teks Pancasila. Peristiwa tersebut terjadi dalam kegiatan aksi mahasiswa dan masyarakat di Lapangan Setda Kabupaten Garut, Selasa (2/9/2025).
Ketua Umum FPPG, Jajang Mustopa Kamil, S.Pd, menilai kejadian itu memalukan sekaligus mencederai wibawa seorang kepala daerah. Menurutnya, seorang pemimpin yang memiliki latar belakang akademisi seharusnya menjadi teladan, terlebih dalam hal ideologi bangsa.
“Kalau tukang gorengan wajar kalau tidak hapal atau keliru membaca Pancasila. Tapi ini seorang Bupati Garut yang pernah menjadi rektor. Sangat tidak etis jika di hadapan mahasiswa salah melafalkan dasar negara,” tegas Jajang, Rabu (3/9/2025).
FPPG menegaskan bahwa kegagalan melafalkan Pancasila bukanlah sekadar kesalahan teknis, melainkan persoalan serius yang menyangkut integritas kepemimpinan.
“Seorang kepala daerah wajib bisa menjadi contoh. Kalau Pancasila saja tidak dihafal dengan benar, bagaimana bisa menanamkan nilai kebangsaan pada masyarakat? Jika tidak mampu menunjukkan keteladanan ideologi, lebih baik mundur demi menjaga marwah pemerintahan daerah,” ujar Jajang.
Isu ini memicu beragam reaksi masyarakat. Sebagian warga mendukung sikap kritis FPPG, bahkan merasa malu atas kejadian tersebut. Namun, ada pula yang menilai kesalahan membaca Pancasila bisa saja terjadi pada siapa pun, dan tidak seharusnya dijadikan alasan untuk menuntut pengunduran diri.
Pengamat politik lokal, Acep, menilai kritik tersebut merupakan simbol dari kekecewaan yang telah lama menumpuk.
“Momen salah baca Pancasila ini hanya pemicu. Ada akumulasi ketidakpuasan publik yang kemudian menemukan momentum,” ungkap Acep.(*)






























