in

Forkab IV KORMI Garut: 41 Kecamatan Ikut Serta, Satu Kecamatan Absen Jadi Sorotan

Garutexpo.com –Komite Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (KORMI) Kabupaten Garut kembali menggelar Festival Olahraga Masyarakat Kabupaten (Forkab) IV tahun 2025 yang dipusatkan di Stadion Olahraga RAA Adiwijaya, Kecamatan Tarogong Kidul, Selasa (10/09/2025). Ajang ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-42.

Ketua Pelaksana Forkab IV sekaligus Sekretaris KORMI Garut, Drs. H. Tito Sugito, MM, menjelaskan bahwa festival tahun ini menghadirkan cabang olahraga rekreasi yang beragam.

“Hari ini kita melaksanakan pembukaan festival olahraga masyarakat tingkat Kabupaten Garut. Ajang ini bukan hanya sekadar lomba, tapi juga perayaan olahraga rakyat yang menjadi bagian dari identitas budaya kita. Ada delapan cabang yang diperlombakan serta satu nomor ekshibisi, yakni layangan,” ujarnya.

Beberapa cabang yang dilombakan di antaranya tarumpah panjang, egrang, panahan, sumpitan, ketapel, hadangan, serta senam KORMI yang sudah digelar sehari sebelumnya. Kehadiran layangan sebagai cabang ekshibisi tahun ini menambah semarak, mengingat olahraga tradisional ini sangat dekat dengan masyarakat pedesaan maupun perkotaan di Garut.

Namun, dari total 42 kecamatan di Kabupaten Garut, hanya 41 kecamatan yang berpartisipasi. Satu kecamatan yang tidak mengirimkan delegasi menjadi sorotan panitia. Tito tidak menyebut secara jelas kecamatan yang dimaksud, namun menekankan bahwa alasan absennya partisipasi patut dipertanyakan.

“Cisewu dan Talegong yang jaraknya jauh saja ikut serta. Lalu kenapa ada satu kecamatan yang tidak bisa hadir? Padahal sudah jelas ada anggaran untuk kegiatan KORMI ini,” ungkapnya dengan nada tegas.

Menurut Tito, keikutsertaan setiap kecamatan tidak hanya soal lomba, tetapi juga wujud dukungan terhadap gerakan olahraga masyarakat yang terus digelorakan pemerintah.

“Kami sangat mengapresiasi kepada para camat dan masyarakat yang berusaha hadir dan ikut berlaga. Kehadiran mereka menandakan adanya perhatian serta komitmen untuk memajukan olahraga rekreasi di daerah masing-masing. Kami berharap ke depan tidak ada lagi kecamatan yang absen,” tambahnya.

Forkab IV ini dijadwalkan berlangsung selama empat hari. Dimulai sejak Senin dengan lomba senam KORMI, kemudian dilanjutkan dengan berbagai pertandingan cabang olahraga hingga Kamis mendatang. Setiap hari, masyarakat bisa menyaksikan langsung aneka perlombaan baik yang berlangsung di area indoor maupun lapangan terbuka.

KORMI Garut berharap, melalui kegiatan ini, olahraga tradisional dan rekreasi bisa terus dilestarikan sekaligus menjadi media untuk mempererat kebersamaan antarwarga dari seluruh kecamatan. Ajang ini juga diharapkan mampu mencetak prestasi dan menumbuhkan minat generasi muda terhadap olahraga warisan leluhur yang sarat nilai kebersamaan dan sportivitas.

Dengan antusiasme 41 kecamatan yang ikut serta, Forkab IV 2025 menjadi bukti nyata bahwa olahraga masyarakat tetap memiliki tempat penting di hati warga Garut. Namun, absennya satu kecamatan di tengah semangat kolektif ini masih menyisakan tanda tanya besar.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Santunan DBHCHT di Garut: Enam Keluarga Pekerja Rentan Terima Perlindungan Sosial

Aksi GMNI Garut dan Warga Sinarjaya di DPRD: Benarkah Aset Negara di Puncak Guha Terancam Dikuasai?