in

5 Inspirasi Hebat dari RW 08 Sukakarya: Bukti Nyata Program Lingkungan Bisa Sukses Jika Warga Kompak

Foto: Warga Sukakarya manfaatkan Limbah non organik di bikin dingding Poskamling Gapura.

Garutexpo.com – Program aktivasi siskamling, pengelolaan sampah melalui ecobrik, dan publikasi kegiatan berbasis media desa yang dicanangkan Camat Tarogong Kidul, Ahmad Mawardi, ternyata membuahkan hasil luar biasa. RW 08 Kelurahan Sukakarya menjadi salah satu wilayah yang berhasil menjalankan program tersebut secara optimal, bahkan melampaui harapan.

Keberhasilan RW 08 tidak hanya menciptakan lingkungan yang lebih aman dan bersih, tetapi juga menunjukkan kekuatan kebersamaan warga dalam membangun kampungnya. Setidaknya ada lima inspirasi dari RW 08 yang patut dicontoh oleh daerah lain:

1. Kekompakan Warga yang Jadi Kunci Utama

RW 08 dikenal memiliki sinergi antarwarga yang sangat kuat. Seluruh unsur masyarakat—mulai dari Posyandu, PKK, RW, RT, hingga Karang Taruna—bergerak aktif dalam setiap kegiatan. Kekompakan ini membuat setiap program mudah dijalankan dan mendapatkan dukungan penuh semua pihak.

Semangat gotong royong tersebut menjadi bukti bahwa pembangunan lingkungan akan lebih cepat terwujud bila semua lapisan masyarakat ikut terlibat.

2. Kreativitas Tinggi dalam Mengolah Sampah

Berbeda dengan banyak daerah lain yang menjadikan ecobrik hanya sebagai pengelolaan sampah biasa, warga RW 08 mampu berinovasi lebih jauh.

Sampah plastik mereka ubah menjadi hiasan, dekorasi, serta berbagai pernak-pernik bernilai estetika dan fungsional. Selain mengurangi sampah, kreativitas ini membuka peluang ekonomi baru dan memberikan nilai tambah dari barang bekas yang semula tidak terpakai.

3. Konsisten Menyebarkan Aktivitas Positif Lewat Media Desa

RW 08 juga aktif mengunggah setiap kegiatan ke kanal informasi desa. Dokumentasi dan publikasi yang rutin membuat masyarakat luas bisa melihat langsung perkembangan program di lingkungan mereka.

Selain meningkatkan transparansi, langkah ini menjadi inspirasi nyata bagi wilayah lain untuk mengikuti jejak serupa.

4. Kerja Sama Tanpa Memandang Status

Salah satu kekuatan terbesar RW 08 adalah budaya kerja sama yang tidak membedakan jabatan dan status sosial. Semua warga bekerja sesuai kemampuan masing-masing, saling mendukung, dan saling menguatkan.

Pola seperti ini membuat penyelesaian persoalan lingkungan lebih cepat dan memperkuat rasa memiliki antarsesama warga.

5. Tingginya Kesadaran Mengelola Sampah Plastik

Kesadaran masyarakat RW 08 dalam mengelola sampah plastik patut diacungi jempol. Mereka memahami bahwa sampah bukan hanya persoalan estetika, tetapi juga kesehatan dan kelestarian lingkungan.

Dengan pengelolaan sejak tingkat rumah tangga, RW 08 berhasil menunjukkan bahwa perubahan besar bisa dimulai dari langkah sederhana.

Kepala Kelurahan Sukakarya Apresiasi Tinggi

Kepala Kelurahan Sukakarya, E.A. Rustandi,S.ip,M.AP menyampaikan apresiasinya atas gerakan warga dalam memanfaatkan limbah non-organik.

“Dengan penuh rasa bangga dan antusias, saya mengajak seluruh warga Sukakarya untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan melalui pemanfaatan limbah non-organik. Limbah bukan lagi sesuatu yang tidak berguna, tetapi peluang ekonomi, peluang kreativitas, dan peluang perubahan positif bagi kampung kita,” ujar Rustandi, Ahad, 30 November 2025.

Rustandi menegaskan bahwa botol plastik, kardus, kertas, hingga kaleng dapat menjadi bahan bernilai jual bila diolah dengan kreatif.

Ia pun mendorong seluruh RW untuk melakukan langkah konkret, seperti:

Membentuk bank sampah,
Mengadakan pelatihan daur ulang,
Menghidupkan gerakan memilah sampah dari rumah,
Dan menciptakan lingkungan Sukakarya yang bersih, sehat, serta produktif.

“Mari jadikan Sukakarya sebagai kelurahan percontohan dalam pemanfaatan limbah non-organik. Perubahan besar dimulai dari rumah kita sendiri. Bersama kita bisa! Sukakarya Juara!” tegasnya.

Keberhasilan RW 08 Sukakarya menjadi bukti bahwa ketika kreativitas, komitmen, dan kebersamaan digabungkan, lingkungan yang bersih, aman, dan berdaya bukanlah hal yang sulit diwujudkan. Kini, giliran wilayah lain untuk mengikuti jejak positif tersebut.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Angka Kelahiran Garut Tembus 2,2, Bupati Syakur Turun Tangan! Pemkab Genjot KB MKJP

Instruksi Darurat! Camat–Kades Garut Didorong Kerja Kilat Usai Peringatan Bahaya dari Mendagri