in

Inspektorat Garut Bekali 42 Camat Strategi Tingkatkan PAD, Pengawasan Kini Berorientasi pada Nilai Tambah Kinerja

Foto: Inspektur Inspektorat Garut, Drs. H. Didit Fajar Putradi, M.Si, saat diwawancarai awak media seusai kegiatan Bimtek Optimalisasi Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah, di Aula Sakti Mandiri, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, Rabu, 03 Desember 2025.

Garutexpo.com – Inspektorat Daerah Kabupaten Garut menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Optimalisasi Pengelolaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Aula Sakti Mandiri, Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (3/12/2025). Kegiatan ini diikuti oleh seluruh camat dari 42 kecamatan serta perangkat daerah penghasil, sebagai langkah strategis memperkuat kapasitas aparatur dalam menggali potensi pendapatan daerah.

Inspektur Inspektorat Garut, Drs. H. Didit Fajar Putradi, M.Si, menegaskan bahwa inspektorat memiliki dua fungsi krusial yang tidak dapat dipisahkan, yakni pembinaan dan pengawasan, yang menjadi fondasi utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang efektif, bersih, dan akuntabel.

“Inspektorat melakukan pembinaan dan pengawasan. Pembinaan dilakukan pada hal-hal yang mendukung tata kelola pemerintahan yang baik. Pengawasan pun beragam, mulai dari kinerja, kepatuhan, hingga pengawasan dengan tujuan tertentu,” ujar Didit.

Ia menambahkan, orientasi pengawasan saat ini tidak lagi sebatas pemeriksaan atau audit semata. Pengawasan telah berkembang menjadi upaya untuk meningkatkan nilai tambah dari capaian kinerja pemerintah di seluruh tingkatan.

Inspektorat Dorong Optimalisasi Penggalian PAD

Melalui fungsi pembinaan, inspektorat berperan sebagai konsultan sekaligus penjamin mutu dalam memberikan pemahaman tentang tata kelola dan manajemen pemerintahan yang benar. Untuk itu, berbagai bimtek rutin digelar dengan menghadirkan narasumber profesional yang relevan dengan kebutuhan daerah.

“Di akhir tahun ini masih ada beberapa bimtek. Salah satunya Bimtek Optimalisasi Penggalian dan Pengawasan PAD yang hari ini diikuti perangkat daerah penghasil termasuk para camat,” jelas Didit.

Ia menegaskan bahwa peningkatan PAD merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah, sehingga seluruh prosesnya harus diselenggarakan secara efektif, akuntabel, dan sesuai ketentuan.

“Kami memiliki kewajiban untuk memastikan upaya peningkatan PAD dapat diselenggarakan sebaik-baiknya. Karena itu, bimtek seperti ini penting untuk dilaksanakan,” tegasnya.

Selain PAD, inspektorat juga menyelenggarakan pembinaan di sektor lain, seperti pengelolaan dana desa bagi sekretaris desa dan pengelolaan dana BOS bagi kepala sekolah.

Didit berharap para camat mampu merumuskan strategi tepat sesuai potensi wilayah, terlebih dengan dukungan narasumber dari BPKP dan akademisi UPI yang berpengalaman membantu pemerintah daerah dalam peningkatan PAD.

Bimtek Digelar di Desa untuk Mendorong Ekonomi Lokal

Didit juga mengungkapkan alasan pemilihan Aula Sakti Mandiri sebagai lokasi kegiatan. Selain fasilitas yang memadai, penyelenggaraan bimtek di desa menjadi bagian dari upaya nyata mendorong perputaran ekonomi masyarakat.

“Ini untuk meningkatkan perekonomian desa. Penyediaan konsumsi dapat memanfaatkan sumber daya lokal seperti PKK, BUMDes, atau Kopdes. Di sekitar gedung juga banyak warga berjualan kuliner. Setidaknya peserta bimtek bisa turut membeli sesuai kebutuhan atau ketertarikan,” tuturnya.

Tindak Lanjut: Monitoring, Evaluasi, dan Review

Inspektorat memastikan bahwa hasil bimtek tidak berhenti pada pelatihan semata. Pihaknya akan melakukan monitoring, evaluasi, hingga review sebelum masuk ke tahap pengawasan yang lebih menyeluruh.

“Orientasi pengawasan sekarang bukan sekadar pemeriksaan atau audit, tetapi peningkatan nilai tambah dari suksesnya capaian kinerja pemerintah,” tambah Didit.

Dengan terselenggaranya bimtek ini, inspektorat berharap para camat sebagai pemimpin wilayah mampu memperkuat peran dalam mencapai target PAD masing-masing kecamatan, sekaligus menopang peningkatan pendapatan daerah secara berkelanjutan.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

SPM Pendidikan Garut Gagal Tembus 100 Persen: Ribuan Anak Masih Kehilangan Hak Dasarnya

Program Dinas Pendidikan Harus Inovatif Wujudkan Pendidikan Hebat Selaras Visi Misi Bupati Garut