Garutexpo.com – Perebutan kursi Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut belum menemui titik akhir. Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mengungkapkan terdapat sembilan kandidat yang tengah mengikuti proses seleksi untuk menduduki jabatan strategis tersebut. Ia mengakui, menentukan sosok yang tepat untuk mendampinginya menjalankan roda pemerintahan bukan perkara mudah.
Di tengah proses seleksi yang masih berjalan, peluang penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) Sekda pun terbuka apabila pengisian jabatan definitif belum rampung hingga berakhirnya masa jabatan Sekda saat ini, Nurdin Yana.
Syakur menegaskan, proses seleksi tidak semata-mata berfokus pada tiga nama kandidat, melainkan masih melibatkan sembilan orang yang diproses melalui mekanisme manajemen talenta.
“Ya, sekarang lagi diproses. Enggak ada yang tiga-tiga itu, semuanya sembilan orang. Nanti harus manajemen talenta. Kita lihat saja, kalau memang nanti ada informasi,” kata Syakur.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa proses penentuan Sekda Garut masih berjalan dan belum mengerucut pada keputusan akhir. Publik pun masih harus menunggu siapa sosok yang dinilai paling layak mengemban jabatan tertinggi dalam birokrasi pemerintahan daerah tersebut.
Syakur: Memilih Sekda Tidak Gampang
Bagi Syakur, menentukan Sekda bukan sekadar memilih pejabat untuk mengisi jabatan yang kosong. Posisi tersebut membutuhkan figur dengan kapasitas, kompetensi, integritas, serta kemampuan membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak.
“Saya sampaikan, memilih Sekda itu enggak gampang. Ada prospektif ini dan itu,” ungkapnya.
Ia menekankan, calon Sekda yang nantinya terpilih harus mampu bekerja secara profesional, mendukung jalannya pemerintahan, sekaligus membangun hubungan yang baik dengan seluruh elemen masyarakat.
Menurut Syakur, Sekda yang akan mendampinginya tidak boleh hanya mampu bekerja dengan kepala daerah, tetapi juga harus sanggup menjalin koordinasi dan kolaborasi dengan berbagai unsur di Kabupaten Garut.
“Saya harus yakin bahwa Sekda yang mendampingi saya itu benar-benar bisa bekerja dengan saya dan semua elemen masyarakat. Artinya, tidak dengan saya saja,” tegasnya.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa kecocokan dalam bekerja, kemampuan mengelola birokrasi, dan komunikasi lintas sektor menjadi pertimbangan penting dalam menentukan figur Sekda definitif.
Seleksi Belum Rampung, Plt Terbuka
Di sisi lain, pemerintah daerah menyiapkan kemungkinan penunjukan Pelaksana Tugas (Plt) apabila proses seleksi belum selesai sesuai waktu yang dibutuhkan.
Syakur menyebutkan, penunjukan Plt dapat menjadi pilihan agar pelaksanaan tugas pemerintahan tetap berjalan selama jabatan Sekda definitif belum terisi.
“Ya, bisa saja ditunjuk pejabat sementara atau Plt. Dan itu tidak ada masalah,” katanya.
Senada dengan Bupati, Sekda Garut Nurdin Yana membenarkan bahwa proses seleksi calon penggantinya masih berlangsung. Ia juga tidak menutup kemungkinan adanya penunjukan Plt jika proses tersebut belum tuntas.
“Dan tidak menutup kemungkinan akan ditunjuk pejabat sementara atau Plt. Tunggu saja,” kata Nurdin Yana saat ditemui di Kantor Baznas Garut, Selasa (20/10/2026).
Untuk mendapatkan penjelasan lebih terperinci mengenai tahapan seleksi, Syakur menyarankan agar konfirmasi dilakukan langsung kepada Nurdin Yana.
Publik Menunggu Sosok Sekda Definitif
Jabatan Sekda memiliki posisi penting dalam struktur pemerintahan kabupaten, terutama dalam mengoordinasikan perangkat daerah, menyelaraskan program pembangunan, serta memastikan kebijakan kepala daerah berjalan efektif.
Karena itu, proses penentuan pengganti Nurdin Yana menjadi perhatian. Dengan sembilan kandidat yang disebut masih mengikuti proses seleksi, masyarakat menanti figur yang benar-benar memiliki kapasitas untuk menggerakkan birokrasi dan menjawab kebutuhan pembangunan Kabupaten Garut.
Hingga kini, belum ada keputusan final mengenai siapa yang akan menduduki jabatan Sekda definitif. Jika proses seleksi belum rampung, penunjukan Plt menjadi salah satu opsi yang terbuka.
Kini, pertanyaan besarnya bukan hanya siapa dari sembilan kandidat yang akan terpilih, tetapi juga siapa yang dinilai paling mampu menerjemahkan kebijakan kepala daerah menjadi kinerja birokrasi yang nyata dan dirasakan masyarakat Garut.***

