in

BUMDes Sukamulya Diduga Mangkrak, Warga Pertanyakan Dana Rp157 Juta

Foto: Ilustrasi.

Garutexpo.com – Sejumlah warga dan tokoh masyarakat Desa Sukamulya, Kecamatan Talegong, Kabupaten Garut, mempertanyakan kejelasan pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) setempat. Pasalnya, meski dana desa untuk BUMDes telah dicairkan, hingga kini belum terlihat adanya kegiatan nyata yang berjalan.

Salah seorang tokoh masyarakat Desa Sukamulya menilai, BUMDes seharusnya menjadi motor penggerak ekonomi desa. Namun kenyataannya, dana yang sudah turun justru tidak memberikan manfaat yang jelas.

“Kami masyarakat mempertanyakan kejelasan BUMDes ini. Dana sudah turun, tapi tidak ada kegiatan nyata. Kepala desa harus serius mengawasi, karena kalau tidak, masyarakat yang dirugikan,” ujarnya, Senin (25/8/2025).

Kepala Desa Sukamulya, Sahman, membenarkan bahwa pada tahap awal pihak desa telah mentransfer dana sebesar Rp157,2 juta ke BUMDes. Namun, uang tersebut diambil secara sepihak oleh ketua BUMDes lama tanpa adanya koordinasi dengan desa.

“Awalnya betul ada transfer dana Rp157,2 juta, tapi uangnya diambil oleh ketua BUMDes tanpa koordinasi. Kami sudah beberapa kali mengundang untuk klarifikasi, tapi yang bersangkutan tidak hadir. Akhirnya kami meminta fasilitasi dari Forkopimcam,” kata Sahman saat dikonfirmasi garutexpo.com, Senin, 25 Agustus 2025.

Dalam pertemuan bersama camat, kapolsek, dan danramil, ketua BUMDes lama mengakui kesalahannya. Ia juga membuat surat pernyataan untuk bertanggung jawab dan berjanji mengganti uang tersebut dengan jaminan sebuah mobil. Pengembalian dana ditargetkan paling lambat pada 10 Oktober 2025.

Sebagai langkah perbaikan, Pemerintah Desa Sukamulya menggelar Musyawarah Desa Khusus (Musdesus) pada Senin (25/8/2025). Hasilnya, dilakukan pemilihan ulang kepengurusan BUMDes yang menetapkan:

Ketua: H. Harmaen

Sekretaris: Robi

Bendahara: Deni K

Pengurus lama, yakni Robi (ketua), Deni K (sekretaris), dan Riki (bendahara), resmi diganti.

Saat ini, pengurus baru BUMDes Sukamulya tengah menyusun administrasi, termasuk Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) serta pembuatan spesimen rekening baru. Mereka juga akan merumuskan jenis kegiatan yang akan dijalankan, terutama terkait program ketahanan pangan desa.

“Untuk program ketahanan pangan, pengurus baru masih menyelesaikan administrasi dulu, termasuk AD/ART. Setelah itu baru disepakati kegiatan apa saja yang akan dilaksanakan,” kata Sahman.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Bupati Garut Lantik Forum Garut Sehat dan Serahkan SAKIP Award 2024

GMNI Garut Menggugat: Serangan Balik Terhadap “Setan-Setan Tanah”, Audiensi di DPRD Ungkap Deretan Masalah Pertanahan, Bansos, dan Kekerasan Warga