GARUTEXPO – Bupati Garut, Dr. Ir. H. Abdusy Syakur Amin, M.Eng., I.PU, menghadiri audiensi yang digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut atas pengajuan Aliansi Umat Islam pada Jumat pekan lalu, 14 Maret 2025. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Syakur menegaskan pentingnya menegakkan aturan dengan tetap menjaga kondusivitas di masyarakat.
“Saya mengapresiasi audiensi ini dan telah menandatangani maklumat Ramadan bersama elemen Aliansi Umat Islam. Namun, saya menyayangkan adanya peristiwa yang sampai viral dan menimbulkan kegaduhan di tengah masyarakat,” ujar Bupati Syakur saat menghadiri audensi tersebut.
Ia menekankan bahwa segala aktivitas yang dilakukan harus berada dalam koridor hukum dan tidak menimbulkan keresahan.
“Kita ini pemerintah, kita harus menegakkan hukum dengan cara yang benar. Jangan sampai ada pihak yang menciptakan suasana tidak kondusif. Jika ada yang melanggar, maka ada prosedur yang harus diikuti,” sambungnya.
Bupati Syakur juga mengingatkan bahwa maklumat Ramadan yang telah ditandatangani tidak boleh menjadi sekadar formalitas, tetapi harus memiliki konsekuensi yang jelas. Ia pun meminta para camat dan kepala desa untuk segera menyosialisasikan keputusan ini kepada masyarakat agar tidak terjadi kesalahpahaman.
“Saya sudah instruksikan para camat dan kepala desa untuk memastikan maklumat ini dipahami oleh masyarakat. Jangan sampai ada kelompok yang mengambil tindakan sendiri di luar aturan hukum yang berlaku. Semua harus dikomunikasikan dengan baik,” katanya.
Lebih lanjut, Bupati Syakur juga menyoroti bahwa permasalahan yang viral di media sosial sering kali dipelintir dan diperbesar sehingga menciptakan kesan seolah-olah belum terselesaikan. Oleh karena itu, ia mengimbau agar semua pihak dapat lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.
“Kadang masalah yang sudah selesai masih saja dipermasalahkan di media sosial. Kita harus sepakat untuk tidak memperkeruh keadaan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menjaga keamanan dan ketertiban bersama,” tegasnya.
Menutup pernyataannya, Bupati Syakur menekankan pentingnya menegakkan amar ma’ruf nahi munkar dengan cara yang sesuai dengan hukum. Ia juga menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen dalam menegakkan nilai-nilai agama dan ketertiban sosial tanpa menciptakan ketegangan di masyarakat.
“Saya berharap semua pihak dapat menahan diri dan tidak bertindak di luar koridor hukum. Kita semua bertanggung jawab untuk menjaga ketertiban dan keharmonisan di Kabupaten Garut,” tandasnya.
Sumber: YouTube Majalah Logika.






























