Garutexpo.com — Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang berlokasi di Kampung Gerpasang, Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut, akhirnya memberikan klarifikasi setelah menu tahu dan labu siam dalam program MBG mendapat kritik dari sejumlah sekolah penerima manfaat.
Ketua pemegang dapur MBG, Cecep, mengakui adanya kekeliruan dalam penyajian menu tersebut dan menyampaikan permohonan maaf kepada pihak sekolah maupun siswa.
“Kami dari pihak dapur MBG Kampung Gerpasang meminta maaf atas kesalahan menu yang sempat beredar di media sosial. Ke depan, kami akan lebih tegas kepada bagian yang memasak agar kesalahan serupa tidak terulang,” ujar Cecep dalam keterangannya, Kamis (30/10/2025).
Sementara itu, pihak SMPN 2 Samarang melalui Wakil Kepala Sekolah Bidang Sarana, Rana, menjelaskan bahwa sekolah sempat melakukan penolakan terhadap paket makanan MBG karena dinilai kurang memenuhi standar gizi, khususnya dari unsur hewani.
“Makanan yang dikirim sebenarnya layak, hanya saja kemarin tidak ada unsur hewani di dalamnya. Karena itu kami menyampaikan keberatan agar menunya bisa diperbaiki,” ujar Rana.
Rana menambahkan, pihak sekolah juga telah melakukan klarifikasi bersama pihak dapur MBG dan SPPG setempat, disaksikan langsung oleh Babinsa wilayah Samarang.
“Alhamdulillah, kemarin sudah ada pertemuan dengan pihak dapur MBG dan SPPG, juga dihadiri Babinsa. Kami sampaikan beberapa catatan agar ke depan lebih baik,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, pihak sekolah juga menyampaikan beberapa masukan teknis terkait kebersihan dan kualitas makanan.
“Kami berharap wadah makanan dicuci dengan benar, jangan sampai masih ada bau atau sisa minyak seperti kemarin. Anak-anak juga sempat mengeluh soal itu. Selain itu, kami minta agar daging tidak dimasak terlalu kering, dan telor jangan hanya di ceplok saja, tapi di pariasi memasak telornya agar lebih menarik dan rasa tetap enak.,”jelasnya.
Baik pihak sekolah maupun dapur MBG menyatakan telah sepakat untuk memperbaiki komunikasi dan koordinasi agar pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di Kecamatan Samarang berjalan lebih baik dan benar-benar bermanfaat bagi siswa.(Acep)






























