GARUTEXPO — Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menyoroti penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Garut yang dinilainya belum optimal, khususnya dalam pembangunan dan perbaikan jalan. Dengan APBD mencapai Rp4,9 triliun, menurut Dedi, seharusnya Garut mampu mengalokasikan setidaknya Rp500 miliar untuk infrastruktur jalan.
“Dengan APBD Rp4,9 triliun, seharusnya Garut bisa mengalokasikan Rp500 miliar untuk pembangunan dan perbaikan jalan. Kalau gak bisa, berarti ada yang disembunyikan, banyak banget! Gak bisa bohong ke saya,” tegas Dedi saat peluncuran Kurikulum Nyaah ka Indung di Gedung Pendopo, Kecamatan Garut Kota, Selasa (1/7/2025).
Dedi membandingkan kondisi ini dengan kabupaten lain yang memiliki APBD lebih kecil namun dinilainya lebih efisien. Ia mencontohkan Kabupaten Subang yang dengan APBD Rp3,2 triliun mampu mengalokasikan Rp400 miliar untuk perbaikan jalan.
Sementara itu, Kabupaten Purwakarta dengan APBD Rp2,7 triliun, bisa menganggarkan Rp300 miliar untuk sektor serupa.
Tak hanya itu, Dedi juga mengungkap bahwa Kabupaten Garut selama ini mendapat bantuan besar dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Besarnya bantuan tersebut bahkan pernah mencapai Rp400 miliar hingga Rp700 miliar. Namun, Dedi menilai, dana itu belum terlihat hasil nyatanya di lapangan.
“Saya baca semua buku APBD. Saya lihat bantuan dari provinsi ke Garut besar sekali. Tapi ketika saya telusuri bantuan ke pesantren, misalnya, uangnya gak ketemu ke mana keluarnya,” kata Dedi dengan nada kecewa.
Dedi Mulyadi menegaskan bahwa langkahnya membuka dokumen APBD ke publik merupakan bentuk komitmennya dalam mewujudkan pemerintahan yang transparan dan berpihak kepada rakyat.
Ia berharap kepala daerah tidak lagi menjadikan anggaran sebagai alat politik, melainkan sebagai instrumen untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Acara peluncuran Kurikulum Nyaah ka Indung itu sendiri berlangsung hangat dan penuh makna.
Dalam sambutannya, Dedi menekankan peran penting seorang ibu dalam kehidupan manusia. Ia bahkan menuturkan makna mendalam di balik lagu “Indung” yang menjadi inspirasinya usai kehilangan sang ibu.
“Setiap kegundahan yang dialaminya maka dia ingin kembali, karena dia ingin kembali ke ibunya, dia ingin menenangkan seluruh jiwanya,” ucap Dedi.
Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, mendukung penuh peluncuran Kurikulum Nyaah ka Indung sebagai wujud komitmen Kabupaten Garut mendukung program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
“Ini adalah salah satu komitmen kami Kabupaten Garut untuk selalu mendukung apa yang menjadi program Pemerintah Provinsi Jawa Barat,” katanya.
Wakil Bupati Garut, Putri Karlina, menambahkan bahwa Kurikulum Nyaah ka Indung diharapkan mampu memperkuat kembali hubungan anak dengan orang tua, khususnya ibu, yang menjadi pondasi pembentukan karakter anak.
“Bahwasanya Garut semuanya siap untuk menyayangi ibu-ibunya, sehingga keberkahan dari doa ibu akan mewujudkan anak-anak yang hebat dan tentu saja lahirnya generasi hebat, kabupaten yang lebih hebat,” tandasnya.(*)






























