Garutexpo.com — Kasus perundungan dan kekerasan terhadap anak di sekolah kembali menjadi sorotan. Dewan Pendidikan Kabupaten Garut mendorong penguatan peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap sekolah sebagai langkah strategis untuk menekan angka kekerasan terhadap anak.
Bendahara Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Nurjaman, menegaskan bahwa peran aktif TPPK harus benar-benar dijalankan, bukan hanya sekadar memenuhi kewajiban administratif. Menurutnya, keterlibatan orang tua, masyarakat, dan seluruh elemen pendidikan menjadi kunci dalam pencegahan kasus perundungan maupun kekerasan.
“Dalam upaya pencegahan tindak perundungan dan kekerasan di sekolah, peran setiap elemen yang diamanatkan tugas itu harus benar-benar terlibat aktif. Jangan hanya membentuk tim untuk formalitas,” tegas Asep, Senin (20/7/2025).
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Kabupaten Garut, belasan kasus kekerasan yang melibatkan anak terjadi dalam lima bulan terakhir.
Asep meyakini bahwa pihak sekolah harus berperan aktif dalam menekan angka kekerasan dengan langkah-langkah preventif.
“Tidak harus menunggu terjadinya kasus untuk bertindak. Upaya pencegahan jauh lebih efektif dengan dukungan keluarga, teman terdekat, dan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya menumbuhkan kepedulian siswa untuk peka terhadap berbagai ancaman kekerasan, baik psikologis maupun seksual.
“Menumbuhkan kepedulian peserta didik merupakan tugas semua pihak. Mari kita bergandengan tangan untuk mencegah kekerasan di lingkungan pendidikan,” kata Asep.
Selain itu, Asep berharap penguatan TPPK dapat segera dioptimalkan agar keamanan dan kenyamanan peserta didik dalam belajar benar-benar terjamin. Ia pun mengajak para pemangku kepentingan di pusat dan daerah untuk berkolaborasi menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan nyaman bagi generasi penerus bangsa.
“Harapannya, semua pihak sungguh-sungguh berkolaborasi mewujudkan tempat belajar yang aman dan nyaman bagi anak-anak kita,” tandas Asep mantan aktivis muda Garut tersebut.(*)


