GARUTEXPO – Dalam upaya meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di bidang pendidikan, Dewan Pendidikan Kabupaten Garut menaruh fokus pada peningkatan Angka Melek Huruf (AMH) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS). Kedua indikator ini dinilai sebagai fondasi penting untuk membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.
Anggota Dewan Pendidikan Kabupaten Garut, Asep Nurjaman, menjelaskan bahwa AMH dan RLS bukan sekadar angka, melainkan cerminan dari kualitas pendidikan dan kemampuan penduduk dalam berpartisipasi aktif dalam kehidupan sosial dan ekonomi.
“Angka Melek Huruf menunjukkan kemampuan dasar baca tulis, sementara Rata-rata Lama Sekolah menggambarkan sejauh mana masyarakat menempuh pendidikan formal. Keduanya menjadi indikator penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Asep, Senin (23/6/2025).
Ia menambahkan, ada beberapa strategi yang menjadi prioritas Dewan Pendidikan dalam mendorong peningkatan dua indikator tersebut, antara lain:
Pemerataan Akses Pendidikan
Memastikan seluruh lapisan masyarakat, khususnya kelompok marginal, mendapatkan akses yang setara terhadap pendidikan berkualitas.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran
Memberikan pelatihan guru yang memadai, penyediaan fasilitas pendidikan yang layak, serta pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan zaman.
Peningkatan Partisipasi Masyarakat
Mendorong keterlibatan aktif orang tua dan masyarakat dalam mendukung proses pendidikan anak-anak mereka.
Program Pemberantasan Buta Aksara
Menyelenggarakan program-program khusus untuk memberantas buta aksara di kalangan masyarakat dewasa.
Menurut Asep, Indeks Pendidikan Kabupaten Garut pada tahun 2024 tercatat sebesar 59,85%, yang masih tergolong rendah. Sementara itu, Rata-rata Lama Sekolah baru mencapai sekitar 7,85 tahun atau setara dengan tingkat kelas 2 SMP.
Sementara itu, akademisi Dr. Dadang menekankan bahwa Angka Melek Huruf merupakan indikator penting yang menunjukkan proporsi penduduk usia 15 tahun ke atas yang memiliki kemampuan membaca dan menulis.
“Ini menjadi tolak ukur utama dalam menilai sejauh mana masyarakat kita telah mendapatkan hak dasarnya dalam pendidikan,” ujarnya.
Ia juga mendorong agar Dinas Pendidikan Kabupaten Garut berperan aktif dalam meningkatkan AMH dan RLS sebagai bagian dari upaya sistemik untuk mendongkrak mutu pendidikan daerah.
Lebih lanjut Asep Nurjaman menjelaskan bahwa Bupati Garut, H. Abdusy Syakur Amin, menyatakan komitmennya untuk terus fokus pada peningkatan mutu pendidikan sebagai bagian dari pembangunan daerah. Ia menegaskan pentingnya akses pendidikan yang merata dan berkualitas sebagai pondasi dalam mencetak generasi unggul.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Kami akan terus berupaya meningkatkan kualitasnya demi masa depan Garut yang lebih baik,” tegas Asep.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah, Dewan Pendidikan, dan masyarakat, diharapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Garut dapat terus meningkat dan berkontribusi pada pembangunan yang berkelanjutan.(*)


