Garutexpo.com – Kabar duka menyelimuti masyarakat Tatar Garut, khususnya keluarga besar pelestari adat, seni, dan budaya Sunda. Tokoh budaya yang dikenal dengan nama Uwa Gelung, Ki Gelung, atau Mang Eting, yang memiliki nama asli Achmad Djubaedi bin Engkom Kamil, dikabarkan wafat pada usia sekitar 78 tahun.
Ungkapan belasungkawa disampaikan oleh Kang Oos Supyadin, S.E., M.M., Ketua Dewan Adat Sunda (DATSUN) Kabupaten Garut, atas kepergian sosok yang dikenal sebagai salah satu tokoh budaya di Tatar Garut tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Parantos mulih ka jati mulang ka asal, dipundut ku Nu Maha Kawasa, Allah SWT, Gusti anu murbeng alam,” demikian ungkapan duka yang disampaikan atas berpulangnya almarhum.
Berdasarkan informasi yang diterima, almarhum mengembuskan napas terakhir, Selasa, 20 Oktober 2026, sekitar pukul 17.30 WIB di RSUD Pameungpeuk, Garut Selatan.
Kepergian Ki Gelung menjadi kabar duka bagi keluarga, kerabat, serta masyarakat yang mengenal sosoknya sebagai bagian dari kalangan pelestari budaya Sunda di Kabupaten Garut.
Kang Oos Supyadin menyampaikan doa agar almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala kekhilafannya, serta dilimpahi rahmat dan keridaan-Nya.
Ia juga berharap keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, kesabaran, dan ketawakalan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Mugia almarhum aya dina rido sareng rahmat Allah SWT. Kulawarga anu ditinggalkeun mugia dipaparin kasabaran sareng katabahan,” demikian doa yang mengiringi kepergian almarhum.
Ucapan belasungkawa turut disampaikan oleh Keluarga Besar Cikelet, yang ikut berduka atas berpulangnya salah satu tokoh budaya Tatar Garut tersebut.
Kepergian Ki Gelung menjadi kehilangan bagi keluarga dan orang-orang yang mengenalnya. Doa dan penghormatan pun mengiringi kepulangannya ke hadirat Sang Pencipta.
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un. Semoga almarhum Achmad Djubaedi alias Uwa Gelung alias Ki Gelung mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan ketabahan dan keikhlasan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.(*)

