GARUTEXPO – Endi (64), warga RT 01 RW 10 Desa Haruman, Kecamatan Leles, Kabupaten Garut, sejak tahun 2000 tidak bisa mencari nafkah untuk menghidupi keluarganya. Endi mengalami sakit di lutut dan siku yang membuatnya harus menggunakan tongkat untuk berjalan di sekitar rumahnya.
Endi menjelaskan, sebelum sakit ia bekerja sebagai kuli pasir. Namun, setelah mengalami sakit pada lutut dan siku, ia tidak lagi kuat untuk bekerja sebagai kuli. “Untuk makan saja, saya dan istri diberi oleh anak kami, meskipun anak saya hanya jualan makanan anak-anak di warung kecil,” ungkap Endi, Senin, 10 Juni
Istri Endi, Endi Warga Desa Haruman Butuh Perhatian Pemerintah, menambahkan bahwa dahulu mereka hampir setiap bulan menerima jatah beras 10 kg dari Desa dan bantuan Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, sekarang sudah lama mereka tidak mendapatkan jatah beras, hanya bantuan PKH saja. “Kami sangat berharap bisa mendapatkan jatah beras kembali seperti dulu,” ujar Entin.
Menurut tokoh masyarakat RT 01 RW 09, keluarga Pak Endi sudah diusulkan ke Desa melalui Pak RT agar bisa mendapatkan jatah beras kembali. “Namun sampai sekarang mereka belum menerima jatah beras kembali,” ungkapnya.
(Iwan Setiawan)






























