Garutexpo.com – Forum Pemuda Peduli Garut (FPPG) mengingatkan Bupati Garut agar tidak mengabaikan janji kampanye terkait program bantuan Rp2 juta per kepala keluarga (KK) dan program satu desa satu sarjana. Organisasi tersebut menegaskan bahwa janji kepada rakyat bukan sekadar komitmen politik, melainkan menyangkut moral dan integritas seorang pemimpin.
Ketua FPPG, Jajang Mustofa Kamil dalam keterangannya menyampaikan bahwa masyarakat saat ini menunggu realisasi konkret dari janji yang telah disampaikan saat masa kampanye.
“Janji ke rakyat itu janji moral dan cerminan integritas pemimpin. Jika sudah diucapkan di depan publik, maka harus diperjuangkan untuk direalisasikan, bukan dicari-cari alasan untuk ditunda,” ungkap Jajang, Ahad, 15 Februari 2026.
Menurut FPPG, program Rp2 juta per KK merupakan bentuk keberpihakan terhadap masyarakat kecil yang tengah menghadapi tekanan ekonomi. Namun pelaksanaannya harus dilakukan secara transparan, dengan pendataan yang akurat agar tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan sosial.
Sementara itu, program satu desa satu sarjana dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Garut. FPPG mendorong agar program tersebut diwujudkan melalui skema beasiswa yang berkelanjutan bagi putra-putri daerah berprestasi dari keluarga kurang mampu.
FPPG juga menekankan bahwa alasan keterbatasan anggaran tidak seharusnya menjadi penghalang utama. Sebelum janji disampaikan kepada masyarakat, seharusnya sudah ada kajian fiskal dan perencanaan matang terkait kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
“Kalau memang harus bertahap, sampaikan secara terbuka tahapan dan target waktunya. Transparansi itu penting agar kepercayaan publik tetap terjaga,” tambah Jajang.
Di sisi lain, Jajang juga mengingatkan bahwa setiap program tetap harus melalui mekanisme perencanaan dan persetujuan bersama DPRD agar sesuai dengan regulasi dan tidak membebani keuangan daerah secara berlebihan.
Hingga saat ini, masyarakat masih menantikan langkah resmi dari Pemerintah Kabupaten Garut terkait roadmap pelaksanaan kedua program tersebut. FPPG berharap komitmen yang pernah disampaikan tidak berhenti sebagai slogan politik, melainkan benar-benar diwujudkan sebagai bentuk tanggung jawab kepada rakyat Garut.





























