in

Garut Matangkan Target Pembangunan Hingga 2030, Infrastruktur dan Pendidikan Tetap Jadi Prioritas

GARUTEXPO – Pemerintah Kabupaten Garut terus mematangkan arah pembangunan jangka menengah hingga jangka panjang melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Kegiatan strategis ini dilaksanakan di Aula Bappeda Garut, Jalan Patriot, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu (28/5/2025).

Dalam kegiatan ini, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Garut, Didit Fajar, menyampaikan bahwa pihaknya tidak hanya menyiapkan dokumen RPJMD 2025–2029, tetapi juga mengintegrasikannya dengan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahunan hingga tahun 2030.

“RKPD 2026, 2027, 2028, dan 2029 semuanya sudah kita arahkan. Bahkan kalau dimungkinkan, kita tetapkan target-target pembangunan sampai tahun 2030, karena tahun 2030 itu akan menjadi tahun transisi menuju periode pembangunan selanjutnya,” ujar Didit.

Ia menambahkan, seluruh target tahunan akan dituangkan dalam dokumen RKPD masing-masing tahun. “Insya Allah, RKPD 2029 akan kita tetapkan pada bulan Juli, dan di bulan Agustus kita harapkan sudah mulai terlihat dampaknya,” lanjutnya.

Didit juga menjelaskan bahwa prioritas pembangunan tetap mengacu pada misi Garut Hebat, dengan tetap memperhatikan sinkronisasi antara prioritas nasional dan provinsi. Salah satu yang menjadi fokus adalah pembangunan infrastruktur dan peningkatan kualitas pendidikan.

“Program prioritas kita masih pada pembangunan infrastruktur seperti jalan, jembatan, dan irigasi pertanian. Di sektor pendidikan, rehabilitasi ruang kelas rusak di tingkat SD dan SMP serta pemberian beasiswa bagi siswa kurang mampu juga menjadi perhatian utama,” terang Didit.

Terkait dengan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), Didit mengungkapkan bahwa Pemkab Garut menargetkan dapat menyelesaikan sedikitnya 5.000 unit rumah hingga tahun 2029.

“Kita targetkan lima ribu Rutilahu selesai hingga 2029. Nantinya akan kita sebar dalam jangka waktu lima tahun sesuai kemampuan anggaran,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, dalam sambutannya mengajak seluruh peserta Musrenbang untuk meningkatkan ketaatan, inovasi, dan kolaborasi dalam perencanaan pembangunan.

“Mari kita tingkatkan ketaatan kita, agar pembangunan berjalan sesuai harapan masyarakat Garut. Kita juga butuh inovasi dan kerja sama dari semua pihak, termasuk masyarakat,” kata Bupati.

Dari hasil Musrenbang RPJMD 2025–2029, beberapa misi pembangunan yang akan menjadi arah kebijakan utama Pemkab Garut antara lain:

  • Misi 1: Mewujudkan SDM yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.
  • Misi 2: Meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang bermartabat dan inklusif.
  • Misi 5: Tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, informatif, serta pelayanan publik inklusif.
  • Misi 6: Pemerataan infrastruktur dan percepatan pembangunan kawasan pedesaan dan penataan kawasan perkotaan.
  • Misi 8: Mewujudkan kesalehan sosial, kerukunan antar umat, serta ketenteraman dan perlindungan masyarakat.

Dengan perencanaan yang terstruktur dan terukur, Pemerintah Kabupaten Garut berharap pembangunan lima tahun ke depan dapat lebih efektif, inklusif, dan memberikan dampak nyata bagi seluruh masyarakat.(*)

Ditulis oleh Kang Zey

Diduga Langgar Kewenangan, Panitia Seleksi Direksi Perumda Tirta Intan Garut Dinilai Rampas Hak Kepala Daerah

FPPG Soroti Seleksi Direksi PDAM Garut, Desak Transparansi dan Tolak Titipan Politik